Mitos Line 2 Maison Margiela yang Akhirnya Terpecahkan

Alih-alih melebarkan sayapnya pada lini fashion, Maison Margiela mengungkap Line 2-nya yang kini menjadi wadah terbuka untuk kolaborasi kreatif.

Martin Margiela memang tidak pernah muncul ke publik sejak puluhan tahun lalu, namun bukan berarti Maison Margiela kehilangan DNA misteriusnya yang perlahan terbuka. Semua kemisteriusan ini diawali oleh mitos Line 2 yang akhirnya menunjukkan wajah pertamanya. 

Kabar ini diterima langsung dari Seoul, salah satu kiblat fashion dunia yang menjadi rumah pengenalan Line 2 Maison Margiela. Seperti yang kita tahu, ciri khas brand ini berdasarkan barisan angka di tag label mereka yang memiliki arti masing-masing. Namun lucunya, sejak Maison Margiela berdiri, tidak pernah ada yang tahu apa makna di balik Line 2. Dan sekarang akhirnya kita tahu juga. In this economy

Baca juga: Fashion, But In This Economy

Jika kamu berpikir kalau Line 2 akan fokus terhadap hal-hal berbau fashion, maka jawabannya salah besar. Mereka menyebut produk di dalam lini ini sebagai “intangible product” yang menjadi payung dari beragam area di dalam kreativitas Maison Margiela tanpa harus dihubungkan dengan persoalan fashion. Pada akun Instagramnya, Maison Margiela menyatakan bahwa Line 2 akan menjadi canvas untuk kolaborasi kreatif yang dapat mewadahi koneksi dan dialog kreatif antar pihak.

https://www.instagram.com/p/DOFl1JyjCjK/

Penjelasan lebih singkatnya, Line 2 menyentuh ranah experimental art yang membuatnya sedikit terlempar dari apa yang sudah dibuat Maison Margiela selama ini. Namun jika kamu melihat beberapa “produknya”, masih ada DNA kuat di balik setiap karyanya. 

Seperti yang kita tahu, seni tidak pernah mengenal batas. Itulah kenapa “intangible product” dari Line 2 juga jauh lebih beragam lagi karena kalau bicara fashion atau musik, kita paham batasnya, walaupun masih abu-abu juga. Namun untuk Line 2, tidak ada sama sekali batasan dan aturan itu.

Seperti yang tertulis di awal, ‘koleksi’ pertama dari lini ini dimulai di Seoul lewat hasil kolaborasi bersama visual artist @heemintheactivated dan sound designer @tunerplease di flagship store mereka. Beragam art objects seperti lukisan dan pajangan lalu diiringi musik eksklusif untuk merepresentasikan lahirnya ‘anak’ baru dari Margiela membuat experience yang berbeda bagi siapapun yang hadir di sana.

Warna-warna yang digunakan pun masih tetap bernafaskan Maison Margiela; putih pucat dengan cipratan cat warna lain yang membuatnya terasa industrial. Foto-foto yang menampilkan koleksi Line 2 seperti membawa kita masuk ke museum yang bisa saja dibuat di salah satu coffee shop Jakarta Selatan tapi dengan DNA high fashion yang terkadang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata yang jelas.

Dengan imajinasi brand yang se-distinktif Maison Margiela, apa yang kita lihat bisa saja melampaui ekspektasi. Sekarang apakah Line 2 akan dibawa keliling ke berbagai negara untuk dipamerkan? Prediksi ini mungkin saja terjadi karena belum ada update terkait chances untuk penjualan produk-produk berbau art. Jika akan ada tour, semoga hadir di Indonesia untuk menunjukkan bahwa Maison Margiela tidak hanya soal parfum saja.

Images: Courtesy of Maison Margiela

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *