Dikenal luas lewat tas ikonis Le Pliage, heritage brand asal Prancis, Longchamp, kini menambah babak baru dalam perjalanannya dengan memperoleh sertifikasi B Corp.

Apa itu sertifikasi B Corp?
Sertifikasi B Corp diberikan oleh organisasi B Lab kepada bisnis yang dinilai memenuhi standar tinggi dalam praktik bisnis yang bertanggung jawab. Penilaian dilakukan melalui B Impact Assessment, yang mengevaluasi kinerja perusahaan dalam lima area utama: tata kelola perusahaan (governance), pekerja (workers), komunitas (community), lingkungan (environment), dan pelanggan (customers). Berbeda dari sekadar klaim keberlanjutan, sertifikasi ini menilai bagaimana sebuah perusahaan beroperasi secara keseluruhan, bukan hanya produk yang dihasilkan.
Untuk memperoleh sertifikasi B Corp, sebuah bisnis harus melalui proses evaluasi yang cukup panjang dan mencapai skor minimum yang telah ditetapkan. Proses sertifikasi dapat berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan hingga tahunan, tergantung pada kompleksitas operasional bisnis.
Setelah diperoleh, status B Corp juga tidak berlaku selamanya. Bisnis diwajibkan menjalani proses resertifikasi setiap tiga tahun untuk memastikan bahwa standar yang telah dicapai tetap dipertahankan sekaligus terus ditingkatkan. Dengan kata lain, menjadi B Corp bukan hanya tentang memperoleh sertifikasi, tetapi juga tentang menjaga komitmen tersebut dalam jangka panjang.

Dari Heritage Brand ke Standar B Corp
Didirikan pada tahun 1948 oleh Jean Cassegrain, Longchamp merupakan rumah mode Prancis yang hingga kini masih dimiliki dan dikelola oleh keluarga para pendiri. Selama hampir delapan dekade, brand ini membangun reputasinya melalui produk yang dirancang untuk bertahan lama dengan menggabungkan pemilihan material terbaik, kualitas craftsmanship yang tinggi, serta perhatian pada fungsi dan durabilitas. Longchamp pun semakin memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dengan meraih sertifikasi B Corp di tahun 2026, setelah melalui rangkaian proses audit internasional yang komprehensif. Proses evaluasi ini menilai perusahaan berdasarkan lebih dari 300 kriteria dan melibatkan sekitar 100 karyawan dari berbagai fungsi dan negara.
Bagi Longchamp, sertifikasi B Corp bukanlah sesuatu yang akan mengubah identitas kreatif mereka. Gaya desain, kebebasan berekspresi, serta standar kualitas tetap menjadi identitas brand. B Corp justru menjadi cara untuk lebih menstrukturkan serta memperkuat pendekatan tanggung jawab perusahaan yang sebenarnya telah menjadi bagian dari operasional. Strategi CSR Longchamp sendiri dibangun di atas dua pilar utama yang berkaitan erat dengan DNA serta warisan brand, yaitu Longchamp Family, yang berfokus pada kesejahteraan tim dan keterlibatan sosial, serta Made by Longchamp, yang menitikberatkan pada pelestarian savoir-faire dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Longchamp Family
Melalui pilar Longchamp Family, Longchamp menempatkan aspek manusia sebagai bagian penting dari pendekatan tanggung jawab perusahaannya. Fokusnya mencakup pengembangan profesional karyawan, menjaga keberlanjutan tradisi savoir-faire, serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan setara. Salah satu bukti nyatanya terlihat dari sekitar 68% posisi manajerial di Longchamp dipegang oleh perempuan. Upaya menjaga dan meneruskan keahlian craftsmanship juga terus dilakukan melalui berbagai program pelatihan, termasuk lebih dari 200 sesi pelatihan leather savoir-faire yang diselenggarakan di workshop Longchamp sepanjang 2025.
Komitmen ini juga tercermin dalam dukungan Longchamp terhadap dunia kreatif. Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan fotografer dan seniman visual Kenya, Thandiwe Muriu, yang menghadirkan seri visual kampanye dengan gaya fotografi khasnya, dengan menggabungkan warna-warna cerah, pola grafis, serta perspektif budaya Afrika kontemporer. Melalui kolaborasi semacam ini, Longchamp membuka ruang dialog antara kreativitas kontemporer dengan tradisi craftsmanship yang menjadi fondasi brand tersebut.

Made by Longchamp
Di sisi lain, Made by Longchamp, berfokus pada bagaimana Longchamp menjaga kualitas produksi sekaligus mengurangi dampak lingkungannya. Selama lebih dari 78 tahun, rumah mode ini merancang produk yang dibuat untuk bertahan lama. Prinsip keberlanjutan sudah dipertimbangkan sejak tahap desain, mulai dari pemilihan material bersertifikasi, kualitas craftsmanship, hingga perhatian pada fungsi, daya tahan, serta peluang perbaikan kembali produk di masa depan. Bagi Longchamp, desain bukan hanya mengenai bentuk, tetapi juga durabilitas, fungsionalitas, dan kualitas yang memungkinkan produk digunakan dalam jangka panjang.
Komitmen terhadap planet juga diwujudkan melalui upaya mengurangi dampak lingkungan di seluruh siklus hidup produk. Hal ini dilakukan melalui penggunaan material tersertifikasi, audit rutin terhadap penyamakan kulit dan pemasok, serta integrasi prinsip circularity dalam praktik manufakturnya. Pada 2025, sekitar 80.000 produk berhasil diperbaiki melalui 33 pusat reparasi di seluruh dunia, menunjukkan bahwa produk memang dirancang untuk dapat dirawat dan diperpanjang masa pakainya. Di sisi rantai pasok, seluruh kulit dan tannery yang digunakan telah bersertifikasi LWG, sementara sebagian besar pembelian industri dievaluasi melalui EcoVadis. Longchamp juga mulai memantau jejak karbonnya, dengan penurunan emisi sebesar 9% pada 2024 dan target pengurangan 30% pada 2033.

Langkah Longchamp juga mencerminkan perubahan yang lebih luas di industri fashion. Jika sebelumnya sertifikasi seperti B Corp lebih banyak diasosiasikan dengan brand kecil yang berfokus pada keberlanjutan, kini semakin banyak heritage brand yang mulai melihatnya sebagai kerangka untuk menstrukturkan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab. Pergeseran ini menunjukkan bahwa keberlanjutan semakin dipandang bukan sebagai tambahan, melainkan sebagai bagian dari evolusi industri fashion ke depan.
Images: Courtesy of Longchamp