When Life Changes, So Does My Perfume

Perubahan gaya hidup bisa mengubah banyak hal, termasuk cara memilih parfum.

Berpindah kota bukan hanya soal berganti pemandangan atau ritme hidup. Aku tidak langsung sadar bahwa perubahan itu bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga menyentuh hal-hal yang lebih personal, bukan hanya cara beradaptasi dengan orang-orangnya saja termasuk bagaimana aku memilih parfum.

Dulu, koleksi parfumku mungkin didominasi wangi yang clean tapi tetap creamy dan comforting, dengan notes seperti musk, powdery florals, sandalwood, dan sedikit sweetness dari vanilla atau coconut. Wewangian ini cocok untuk ruang indoor, ruangan ber-AC, dan lingkup yang mostly tertutup dari udara luar. Parfum seperti Replica Bubble Bath, Alchemist Powder Room, dan Sansoe Lignum yang pernah menjadi pilihan harianku, mulai terasa “berat”. Mereka masih enak, tapi kadang terasa terlalu warm untuk cuaca yang lembap atau aktifitas yang mengharuskan aku bergerak cukup banyak di luar ruangan. 

Perubahan ini mendorongku untuk mengatur ulang parfum-parfum yang biasa kupakai. Aku nggak lagi cari yang “wangi dan nyaman” saja, tapi juga aku berpindah ke parfum dengan karakter yang lebih fresh, airy, breathable terhadap kegiatan harianku. Dari situlah perubahan aroma ini dimulai dan transisi ini juga membuka mataku soal skin scent, jenis parfum yang wangi tapi tetap dekat ke kulit, nggak terlalu nyegrak, dan parfum yang tidak memaksa eksistensinya, tapi tetap membuat kita merasa clean dan confident. Ini dia dua parfum yang jadi rotasi utamaku:

Replica – Lazy Sunday Morning

Merek parfum ini sudah tidak asing lagi bagi para pencinta wewangian. Replica dikenal lewat botolnya yang clean dan estetik, dengan aroma-aroma yang relatable dan modern. Sebelumnya, aku sempat memakai varian Bubble Bath, yang menurutku sudah cukup clean, tapi ternyata terasa terlalu creamy untuk aktivitas outdoor yang cukup intens. Sampai akhirnya, secara tidak sengaja aku mencoba varian Lazy Sunday Morning, dan langsung jatuh cinta. Parfum ini termasuk salah satu varian terfavorit dari Replica karena karakternya yang aman dan sangat mudah dipakai.

Di awal semprotan, aromanya floral-fresh dengan sentuhan pear dan rose yang lembut dan segar. Tidak terlalu powdery, tapi tetap feminin dan bersih. Setelah beberapa jam, wanginya makin menyatu dengan kulit, menjadi soft dan calming. Cocok banget dipakai untuk hari santai, WFH, atau hangout santai, terutama saat ingin tetap wangi tanpa terlihat “berlebihan”.

Skin scent feel: Medium. Di awal cukup terasa, lalu menjadi lebih subtle setelah 1–2 jam. Di aku pribadi, wanginya juga cukup tahan lama terutama ketika menempel di pakaian.

Atsiri – 1941

Parfum lokal ini hadir dengan komposisi yang cukup kompleks karena ada perpaduan antara floral, warm spice, dan sedikit earthy sweetness. Top notes-nya terdiri dari bergamot dan cinnamon, yang langsung memberi kesan hangat segar di awal semprotan.

Di fase pertengahan, muncul aroma jasmine, cocoa, dan clove yang lembut, tapi tidak pernah terkesan berat. Semua elemen terasa teraduk halus, tidak tajam, tidak tebal, dan surprisingly tetap ringan dipakai di iklim panas. Base-nya memadukan patchouli, vanilla cream, amber, dan coffee, yang membuat drydown-nya sedikit creamy dan hangat, tapi tetap smooth. Yang aku suka, meskipun banyak elemen “deep” di komposisinya, 1941 tidak pernah berubah jadi menyengat atau tajam saat dipakai di luar ruangan. Bahkan saat dipakai untuk aktivitas ringan atau hari yang cukup gerah, wanginya tetap soft, breathable, dan nggak berubah jadi asam.

Ini adalah tipe parfum yang pas untuk kamu yang mencari kesan clean tapi tetap berkarakter, menurutku ini parfum yang terkesan bold dari notesnya, namun ini sangat fresh, zesty, dan sangat wearable. Seri 1941 dari Atsiri ini juga menjadi andalan ku saat berolahraga atau aktifitas lain yang berada di luar ruangan.

Skin scent feel: Low to medium. Masih cukup tercium, terutama di baju, tapi tetap nyaman dan nggak mengganggu sekitar.

Sekarang, aku lebih mencari parfum yang fleksibel, breathable, dan bisa mengikuti mood serta aktivitas harianku. Skin scent memberi aku ruang untuk tetap wangi tanpa harus mencolok. Justru karena nggak semua orang bisa langsung mencium, aku malah merasa lebih nyaman, kayak pakai baju yang pas, ringan, dan nggak menarik perhatian, tapi tetap bikin percaya diri.

Kalau kamu juga sedang menyesuaikan parfum dengan gaya hidup yang lebih aktif atau banyak di luar ruangan, pilihlah parfum dengan karakter yang airy, clean, dan tidak creamy. Notes seperti citrus segar (bergamot, grapefruit), soft musk, linen, green herbs (lemongrass, basil), atau white florals (jasmine, neroli) bisa jadi pilihan ideal. Aroma-aroma ini cenderung lebih cepat menyatu dengan kulit, tidak berubah aneh saat kena panas, dan tetap terasa nyaman meski dipakai seharian.

Karena pada akhirnya, parfum terbaik bukan hanya yang wangi di botolnya, tapi yang terasa pas dipakai di tubuh kita dan keseharian kita.

Images: Courtesy of The Luxury Reports

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *