Maison Vivier di jantung Saint-Germain-des-Prés bukan sekadar rumah mode, tetapi perwujudan warisan, seni, dan inovasi abadi dari Roger Vivier.
Didirikan di Paris pada 1937, Roger Vivier telah lama dikenal sebagai rumah mode mewah yang mendefinisikan ulang siluet sepatu perempuan. Didirikan oleh sang maestro sepatu, Roger Vivier, rumah mode ini kemudian menjadi ikon dengan karya-karya artistik yang dikenakan tokoh-tokoh legendaris seperti Josephine Baker, Catherine Deneuve, hingga Ratu Elizabeth II. Dengan inovasi seperti Virgule Heel dan desain Belle Vivier yang timeless, brand ini tidak hanya menciptakan sepatu, tetapi juga warisan budaya.
Kini, di bawah arahan kreatif Gherardo Felloni sejak 2018, Roger Vivier menegaskan kembali posisi istimewanya dalam dunia fashion global dengan meresmikan Maison Vivier, sebuah residensi megah yang berlokasi di jantung Saint-Germain-des-Prés, Paris. Lebih dari sekadar kantor pusat baru, bangunan bergaya abad ke-18 ini merupakan perwujudan nyata dari semangat rumah mode tersebut: tempat di mana warisan, seni, dan inovasi hidup berdampingan.

Terletak di Rue de l’Université, hotel yang dibangun pada 1729 ini telah melalui perjalanan panjang, dari masa aristokrat Prancis hingga menjadi bagian dari pemerintahan, dan kini berubah fungsi menjadi ruang kreatif yang elegan. Restorasinya mempertahankan kemegahan arsitektur asli dengan ukiran kayu, hiasan emas, dan pahatan batu, yang kini menjadi latar bagi semangat kontemporer Roger Vivier.


Saat memasuki gedung ini, pengunjung akan disambut oleh tangga besar yang megah, simbol pertemuan antara kemewahan klasik dan visi artistik. Di dalamnya, berbagai ruang tematik dihadirkan untuk menelusuri sejarah dan estetika rumah mode ini. Salah satunya adalah Le Salon de l’Héritage, ruang kurasi oleh Inès de La Fressange yang menampilkan karya-karya ikonik Vivier dari tahun 1950-an hingga 1990-an. Tidak hanya sepatu, ruangan ini juga menghadirkan dialog antara furnitur vintage dan seni kontemporer, mencerminkan keseimbangan antara masa lalu dan masa kini.
Baca juga: Kenapa Coquette dan Kenapa Harus ASICS x SHUSHU/TONG?
Sementara itu, Le Salon Vivier menyuguhkan harmoni eklektik yang mencerminkan filosofi sang pendiri dimana sebuah kreasi mode bisa setara dengan karya seni. Potongan-potongan antik berdampingan dengan karya modern, dari kursi Coque karya Philippe Hiquily hingga lukisan Picasso, menghasilkan atmosfer elegan yang tak lekang oleh waktu.


Tidak kalah menarik, ruang kerja Gherardo Felloni di Le Studio menjadi pusat kreativitas tempat koleksi terbaru lahir. Dengan sentuhan personal, ruangan ini mencerminkan gaya Felloni yang unik dengan menggabungkan warna-warna cerah, furnitur artistik, dan arsip berharga yang tersusun rapi di rak-rak kayu. Setiap elemen mencerminkan dedikasi terhadap warisan dan inovasi.
Salah satu daya tarik utama adalah La Salle des Archives, yang untuk pertama kalinya dibuka bagi publik. Lebih dari seribu karya tersimpan di dalamnya, termasuk prototipe langka yang dibuat untuk Putri Soraya dan sepatu bersejarah milik Ratu Elizabeth II. Ruang ini bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan museum hidup yang merayakan visi kreatif Vivier.


Sebagai pelengkap, taman rahasia di belakang bangunan memberikan nuansa tenang dan klasik khas taman Prancis. Ini bukan hanya tempat istirahat, tetapi juga refleksi dari semangat Parisian yang elegan dan bebas.
Bertepatan dengan pembukaan Maison Vivier, koleksi Belle Vivier 60 Spring-Summer 2026 turut diluncurkan. Koleksi ini memperingati 60 tahun sepatu ikonik Belle Vivier, yang pertama kali dirancang untuk koleksi Yves Saint Laurent dan diabadikan oleh Catherine Deneuve dalam Belle de Jour.

Di tangan Felloni, Belle Vivier kini hadir dalam material baru, dihiasi gesper artistik dan diperluas ke lini aksesori, menunjukkan betapa desain yang kuat bisa melintasi waktu tanpa kehilangan relevansinya.
Apakah kamu salah satu yang menyukai karya Roger Vivier?
Images: Courtesy of Roger Vivier


