Kenapa Coquette dan Kenapa Harus ASICS x SHUSHU/TONG?

Di tengah maraknya sepatu coquette, ASICS kembali hadir untuk berkolaborasi dengan brand asal Shanghai, SHUSHU/TONG untuk memberikan pilihan baru bagi penggemarnya.

Nike, adidas, New Balance, Salomon, ON, HOKA, dan nama-nama lainnya yang mencoba menguasai dunia footwear streetwear lewat strategi marketing dan desain yang sudah kreasikan lewat barisan meeting; sebaiknya minggir dulu. 2025 adalah tahunnya kolaborasi ASICS dengan high fashion brand yang sulit dilirik oleh kalian semua. Wajar saja, mungkin karena kebanyakan brand mencari nama-nama yang sudah besar dulu untuk collab, sedangkan ASICS memilih kolaborator yang lebih niche tapi dijamin 100% lebih keren juga. Please welcome, ASICS x SHUSHU/TONG.

Kalau dijadikan analogi, ASICS mencoba bermain di celah-celah yang dibiarkan terbuka oleh pesaing mereka. Celahnya memang kecil, tapi ketika dikomunikasikan secara baik lewat pesan visual yang matang, maka DNA ASICS saat berbicara soal kolaborasi akan tetap terjaga, siapapun nama lain yang dicetak di footbed sneakers itu. 

Lagi-lagi brand ini memberikan pendekatan gaya coquette yang sudah dimaksimalkan secara maksimum oleh Cecilie Bahnsen dalam koleksi mereka dalam beberapa tahun terakhir. Namun apa yang disajikan kali ini bersama SHUSHU/TONG terasa back-to-basic tapi di sisi lain tidak meninggalkan ataupun mengedepankan unsur coquette secara berlebihan. Pas sekali.

Basic kolaborasi ini menggunakan ASICS GEL-KINETIC FLUENT yang kalau tanpa dikolaborasikan saja sudah memperlihatkan desain futuristik secara maksimal karena ada teknologi GEL™ di bagian midsole. Beruntung, untuk kali ini ASICS tidak mencoba mencari nama yang bisa membuat sepatu ini semakin maskulin. Permainan reverse psychology mereka tunjukkan dengan memasukkan balletcore dari SHUSHU/TONG yang sama sekali tidak berlebihan juga. 

Ada lace warna putih di bagian upper, khususnya eyestay dan heel yang membuat GEL-KINETIC FLUENT lebih feminin. Belum lagi pemilihan warna White/Dive Blue dan Blue Expanse/Monaco Blue yang terlihat soft namun punchy sebagai statement di dalam outfit kamu. Lucunya, memang kedua colorway ini punya vibe berbeda. Warna pilihan pertama lebih Y2K, sedangkan yang kedua terasa sangat futuristik. Pilihannya ada di kamu, tergantung ingin looks yang seperti apa. 

Bagi yang belum tahu, SHUSHU/TONG adalah Shanghai-based label yang terinspirasi dari girlhood dan kinografi seperti film dan anime retro. Serunya, dua sosok di balik SHUSHU/TONG yaitu Liushu Lei dan Yutong Jiang bertemu di sekolah fashion, yang mana Lei sendiri sempat magang di Simone Rocha. Makanya vibe dari nama sebesar itu pun cukup visible di dalam brand ini. 

Baca juga: The Femme Sneakers Hype: Blending Masculine and Feminine Silhouettes

Oke, kembali ke artikel kolaborasi ini. Apakah sepatu kolaborasi ini layak untuk kamu beli? Jika kamu selalu gagal war raffle ASICS x Cecilie Bahnsen, maka tidak ada salahnya mencoba yang satu ini. Toh, masih coquette walaupun nama kolaboratornya cukup lowkey di kalangan fashion people. Kemudian, apabila dibandingkan dengan sepatu-sepatu lain yang diincar, sepatu kolaborasi antasa ASICS x SHUSHU/TONG juga cukup berbeda. Selagi masih ASICS dan masih coquette, kenapa harus ragu?

Images: ASICS & SHUSHU/TONG

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *