Aesthetic Pleasure Essens Bag Pony Hair: Intimidatif dan Berkualitas

Materialnya yang unik, ukurannya yang besar dan dapat menampung banyak kebutuhan harian, Aesthetic Pleasure Essens Bag Pony Hair ini dapat dijadikan andalan.

Apa kata orang kalau laki-laki menenteng tas yang didesain, dirilis, dan semestinya dipakai oleh perempuan? Untungnya pertanyaan itu hampir tidak pernah muncul di benak saya. Lebih tepatnya, saya tidak peduli atas stigma masyarakat yang bisa menempel ketika setiap hari commuting dengan tas ini sambil naik ojek online, Commuter Line, dan TransJakarta. Hal ini dikarenakan yang paling penting bagi saya adalah kemudahan untuk membawa konsep ‘cemplang-cemplung’ dan statement fashion paling nyata ketika memutuskan membeli Essens Bag Pony Hair dari brand tas favorit, Aesthetic Pleasure.

Artikel ini bukanlah yang pertama saya miliki ketika membicarakan Aesthetic Pleasure. Sebelumnya saya sudah memiliki Isolation Bag Croc yang ternyata tidak terlalu handy saat dipakai sehari-hari dengan banyaknya barang yang dibawa. Memang masih muat laptop dan beberapa perangkat lainnya, tapi ketika ingin full force, maka Isolation Bag bukanlah pilihan terbaik bagi saya.

Untungnya, Aesthetic Pleasure seperti menjawab kebutuhan saya ketika pada awal tahun 2025 mereka merilis barisan tas dengan ukuran yang jauh lebih besar. Awalnya ada Affix Bag yang sempat menarik perhatian, namun seperti ada yang kurang pas. Kemudian barulah muncul Obi, Rocco, dan Essens yang memiliki vibe serupa tapi dengan beberapa detail berbeda. Dan dari ketiga nama itu, Essens yang paling masuk akal buat saya.

Selain tidak ada detail seperti adjustable buckle di bagian luar, Essens memiliki satu artikel dengan material yang paling menarik. Bukan suede, dan juga bukan leather, tapi melainkan pony hair. Material ini sudah tak asing buat saya saat dua tahun sempat membeli kolaborasi Dr. Martens dengan Wacko Maria yang sama-sama menggunakan pony hair. Selain itu ada perasaan bosan kalau menggunakan leather, termasuk yang croc embossed seperti Isolation Bag Croc, atau memakai suede karena kurang wise buat saya yang cukup sembarangan saat menaruh tas di manapun dan kapan pun.

Baca juga: Aesthetic Pleasure, Label Lokal yang Sleek dan Tailored

Setelah kontemplasi yang tidak memakan waktu lama, Essens Bag Pony Hair pun saya beli dengan cepat. Harga Rp3.200.000 terasa wajar saat tas ini saya terima dalam jangka waktu dua jam sejak di-checkout via website Aesthetic Pleasure. Aroma leather yang sangat kuat masih direkam oleh materialnya. Kemudian saat membuka isi dalamnya, ternyata sangat luas dan bisa diatur dalam dua shape karena terdapat ring D closure yang bisa diletakkan di sisi dalam atau pun luar. 

Kemudian juga masih ada ‘bonus’ berupa detachable pouch dengan material pony hair juga yang sangat berguna untuk aktivitas pekerjaan sehari-hari. Dua pocket sisi depan dan belakang juga membantu sekali demi memilah setiap barang sesuai kepentingannya. Kalau kamu mau mengubah bentuknya secara drastis, detachable flap yang selalu ada di hampir semua produk unggulan Aesthetic Pleasure pun masih tersedia di tas ini. 

Bagaikan kamu yang gemar modifikasi atau berganti-ganti gaya, Essens Bag Pony Hair juga bisa kamu modifikasi sedemikian rupa sesuai kebutuhan. Namun saya bermain di ranah konvensional saja. Detachable flap masih terpasang rapi sejak awal pembelian, detachable pouch selalu ada di dalamnya, dan ring D closure saat ini sedang saya pasang rapi, demi memberikan shape lebih ramping ketika melihat detail sisi kiri-kanannya. 

Jadi bagaimana dengan experience menggunakan Essens Bag Pony Hair selama beberapa bulan terakhir? Jelas sangat menyenangkan. Konsep ‘cemplang-cemplung’ yang diinginkan sudah pasti berhasil tercapai. Dari laptop 13 inci beserta charger, perintilan tech, pouch berisi obat-obatan darurat, bekal dari ibu, note dan drawing pen, hingga jaket pun masih bisa mengisi semua sisi tas ini. Paling terasa berat saja, karena dari awal Essens Bag Pony Hair sudah memiliki berat 1,4 kilogram sesuai apa yang ditulis di deskripsi produknya.

Soal durability jangan sampai kamu pertanyakan lagi. Material 100% cow leather-nya tebal hingga membuat saya tak pernah ragu untuk meletakkannya di mana saja karena semua barang di dalamnya pasti terjaga dengan baik. Mau diletakkan di lantai TransJakarta dan Commuter Line yang sudah diinjak ribuan orang pun saya lakukan setiap hari. Hasilnya? All good

Tas yang cukup mahal bagi saya ini bukan berarti harus diperlakukan secara spesial. Konsep yang saya inginkan dari awal memanglah tas yang bisa dipakai dalam kondisi apapun, kecuali becek dan lumpur yang no brainer untuk saya paksakan. Dari jauh, ada kesan kuat yang mengancam karena warna deep black dan setiap helai pony hair-nya seperti memasang mata tajam. Itulah mengapa dengan segala detail yang ada, Essens Bag Pony Hair benar-benar melengkapi keseharian saya di tengah kesibukan.

Tidak ada satu pun orang yang punya ruang untuk berpikir kalau ini tas wanita yang dipakai oleh pria, yang mana membuat kejantanannya dipertanyakan karena Aesthetic Pleasure berhasil membuat tas dengan nuansa paling punk tanpa harus dibatasi oleh gender.

Kalau kamu, tas Aesthetic Pleasure mana yang jadi favoritmu?

Images: Courtesy of The Luxury Reports

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *