Dengan desain sculptural dan material leather, nggak heran kalau brand satu ini jadi favorit banyak pencinta tas lokal.
Sebagai pecinta tas, saya tidak bisa melewatkan tas yang satu ini. Aesthetic Pleasure sebuah brand ternama Indonesia yang sudah dikenal sejak 2013 silam memang menarik para bag lovers untuk memilikinya. Saya pertama kali kenal Aesthetic Pleasure pada saat bekerja sebagai seorang editor di sebuah majalah fashion di Indonesia.

Pada saat itu, salah satu teman saya mengenakan tas tersebut. Dengan desain yang minimalis tapi terlihat mewah, tas berbahan kulit tersebut terlihat lux tanpa berlebihan. Saya pun mencari tahu lebih dalam tentang Aesthetic Pleasure dan membeli tas pertama mereka pada tahun 2014.

Fast forward to early 2025, saya membeli lagi tas Aesthetic Pleasure yang sudah cukup lama saya incar. Isolation Bag jadi pilihan saya. Desainnya yang sleek, minimalis namun terlihat kokoh, pas banget dengan model tas favorit saya. Isolation Bag hadir dalam tiga variasi ukuran, yaitu Biggest, Mini and Micro. Saya memilih yang paling besar karena tahu benar akan mendukung style saya sebagai seorang pekerja freelance dan juga seorang Ibu. Tentunya tas yang lebih besar bisa memuat banyak hal saat travel ataupun untuk sehari-hari.

Isolation Bag yang saya beli adalah varian Projekt 8 dari Aesthetic Pleasure. Sebenarnya saya mengincar Isolation bag yang Full Faux Croc namun sangat sulit mendapatkan tas itu, karena cukup hype dan selalu sold out di mana pun saya mencari. Pada akhirnya saya memilih Isolation Bag tipe doff warna hitam, that comes with three changeable flaps; doff, croc, faux grey snake skin dan plain brown, sehingga tas ini bisa digunakan untuk berbagai mood dan event. Tas berukuran 27 cm x 33 cm x 13 cm ini terlihat sangat elegan dan ‘mahal’ dengan harga yang masih cukup affordable untuk tas sejenisnya.
Saya sangat suka dengan desainnya yang spacey, apalagi ada dua kantong dalam satu tas, ditambah dengan zipper yang dapat digunakan menyimpan smartphone dan barang kecil berharga lainnya. Zipper ini juga menjadi gaya tersendiri di bagian belakang tas ini, sebagai penutup tas bagian atas. Also comes with long strap, tas ini bisa digunakan sebagai tas jining ataupun sling bag yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.


My personal favorite flap is the croc one. The touch of this different skin can change the whole look for the bag instantly. Elegan, lux, dan timeless menjadi salah satu alasan juga kenapa saya menyukai tas dari Aesthetic Pleasure yang satu ini. If you love minimalist bags that exude luxury while staying within budget, this Isolation Bag could be your perfect choice for everyday use.

Kalau kamu, apakah sudah punya tas dari brand lokal satu ini? Share ceritamu di comment atau di forum ya!
Images: Courtesy of The Luxury Reports, Courtesy of Aesthetic Pleasure.

