Skip to content
No results
  • Home
  • Culture
  • Economy
  • Politics
  • Science
  • Technology
  • Travel
  • World
[c] Chayra Law Center
Whatsapp
[c] Chayra Law Center
  • Industry Brief

Tetap Elegan, Ini Cara Memakai Logo Tanpa Terlihat Tacky

  • Poppy SeptiaPoppy Septia
  • January 26, 2026

Pakai logo atau produk dengan monogram tentu bukan hal yang salah, sebenarnya sah-sah saja. Biasanya, yang membuat terlihat “tacky” adalah cara styling-nya. Ini tips biar kamu tetap kelihatan classy dan effortless.

Satu Statement Saja

This is the golden rule. Kalau tas sudah monogram atau berlogo besar, baju dan sepatu sebaiknya pilih yang polos saja. Hindari kaos berlogo besar, tas monogram, dan sepatu yang juga berlogo di saat yang sama. Itu bikin gayamu langsung “berteriak” dan malah terlihat tidak harmonis.

Ukuran dan Placement Sangat Krusial

Logo kecil yang subtle lebih elegan dibanding logo sebesar dada. Logo yang berada di pojok, embossed, atau woven biasanya lebih terlihat simpel tapi menarik.


Contoh produk dengan logo besar: Louis Vuitton OnTheGo East West Chain, Tory Burch Eleanor, Marc Jacobs The Tote Bag, Saint Laurent Icare.

Contoh produk dengan logo subtle: Louis Vuitton Multipass, Tory Burch Romy Suede, Marc Jacobs Dakota, Saint Laurent Mombasa.

Saint Laurent Mombasa yang Kembali Jadi Tren

Padukan dengan Item Non-Branded

Kamu bisa mix dengan produk-produk non-branded kesukaan kamu biasanya, jadi bukan dipadukan dengan semua brand desainer head to toe. Ini membuat kamu terlihat “Aku memang suka dengan produk ini, bukan sedang pamer”.
Misalnya:

  • Kemeja dan sepatu dari brand lokal + jam tangan desainer
  • Sepatu branded + denim + plain white t-shirt
  • Designer bag + baju basic dari brand lokal

Fokus Pada Warna Netral

Monogram yang bold dan festive akan lebih aman kalau dipadukan dengan warna hitam, putih, beige, navy, atau abu-abu.
Hindari warna vibrant atau motif terlalu penuh yang bikin tampilan kamu makin “teriak”.

Fit dan Material Jauh Lebih Penting

Outfit yang pas di badan dan bahannya bagus otomatis bikin produk kelihatan lebih mahal.
Sebaliknya, baju kusut atau kebesaran, walau punya logo mahal, tetap jadi kurang oke ketika dipakai. Jadi, daripada kamu tiba-tiba invest ke logo besar, kamu bisa mulai upgrade isi lemari kamu dengan hal-hal ini: membeli pakaian dengan bahan yang nyaman di cuaca terik Indonesia dan tahan berkali-kali pencucian, declutter dan menyumbangkan barang yang sudah tidak terpakai, membeli tas dan sepatu dengan desain yang lebih timeless agar bisa dipakai lebih sering.

Baca juga: “Offline is The New Luxury”: Refleksi terhadap Dampak Era Digital yang Melelahkan

Jangan Dipaksakan Terlalu Satu Warna atau Satu Brand

Menyukai satu brand tertentu bukan berarti kamu jadi pakai tas, sepatu, belt dari satu brand yang sama, di saat yang sama, dan monogram pula. Hindari juga pakai logo dengan tampilan monokrom atau satu warna dari head to toe. Lebih chic kalau kelihatan effortless. Jadi, kepintaran dan kreativitas kamu dalam mix and match memang akan sangat membantu.

Act Like It’s Normal

Ini underrated, tapi sangat penting.
Kalau kamu kelihatan pede dan santai, orang akan menganggapnya effortless, natural dan memang jadi bagian dari gayamu sehari-hari, bukan lagi flexing. Jadi, kamu tidak perlu kikuk dengan meratukan tas desainer barumu yang tidak boleh lecet dan harus di atas meja, atau sibuk mencari angle ketika selfie demi logo di sepatumu terlihat, atau terus menggerakkan kacamatamu karena ingin logo Gucci-nya tampak oleh teman sebelahmu.

Pilih Aksesori Simpel

Kalau kamu suka aksesori, pilih yang minimalis saja. Misalnya, di sebuah acara pesta pernikahan, kamu sudah mengenakan kebaya berwarna cerah, kain batik, dan sebuah clutch berlogo besar, maka kamu tidak perlu lagi pakai statement earrings atau gelang bertumpuk-tumpuk. Big no, no.

Baca juga: Mengapa Kita Harus Berhati-hati terhadap Tren?

Jangan Dijadikan sebagai Item Branded Pertama Kamu

Kalau kamu terbiasa memakai produk tanpa logo, lalu tiba-tiba kamu membeli produk luxury dengan logo besar (just because you can), kamu seolah sedang berusaha keras menunjukkan bahwa kamu sudah sanggup membelinya.

Ketika kamu membeli suatu produk dengan harga cukup tinggi, jadikan itu sebagai kesenangan dan “achievement” bagi diri sendiri, bukan untuk berteriak pada dunia. Jadi, untuk produk branded atau tas desainer pertama kamu, justru kamu bisa pilih produk berlogo kecil atau bahkan tersembunyi, namun dengan material yang terlihat berkualitas, sehingga lebih long-lasting mudah dipadu-padankan. Ini demi self-reward yang lebih terasa sampai di hati, ketimbang “memaksa” membuat orang menoleh saat kamu lewat.

Jadi, itulah beberapa cara mudah untuk membuat produk berlogo jadi terlihat lebih “tenang”, tidak berteriak. Kamu sendiri apakah lebih menyukai logo yang subtle atau senang dengan logo besar dan monogram?

Images: Pexels, Saint Laurent

    Tags
    # logo# quiet luxury# shoes# tas monogram
    Share your love

    Leave a ReplyCancel Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Related Posts
    • Industry Brief, Ready To Wear

    Lima Ikon yang Menginspirasi dengan Tampilan Maternity Fashion

    • Industry Brief, Ready To Wear

    Marty Supreme dan Pesona Merchandise Film yang Kembali Hidup

    • High-End Luxury, Industry Brief

    Nevold: CHANEL’s Quiet Move Toward Circular Luxury

    Business Hours

    Monday - Friday: 08:00 - 20:00
    Saturday - Sunday: 09- 14:00

    Company
    • About
    • Contact
    • Help Center
    • Advertise
    • Subscription
    Information
    • Privacy Policy
    • Terms & Conditions
    • Site Map
    • FAQ
    • Breaking News

    © 2026 Chayra Law Center. Hak Cipta Dilindungi

    • Syarat & Ketentuan
    • Kebijakan Privasi