Berkenalan dengan SOSHIOTSUKI, Brand Asal Jepang yang Memenangkan LVMH Prize

SOSHIOTSUKI meruapakan label fashion asal jepang yang lahir pada tahun 2015 dan berhasil meraih LVMH Prize tahun ini.

Tahun ini desainer asal Jepang, Soshi Otsuki, berhasil mendapatkan LVMH Prize yang merupakan bentuk kehormatan tinggi untuk fashion designer di seluruh dunia.

Bagi yang belum tahu, LVMH Prize merupakan salah satu ajang fashion paling prestisius di dunia yang bertujuan untuk menemukan dan memberikan dukungan terhadap desainer muda dari seluruh penjuru dunia. Pertama kali diluncurkan pada tahun 2014 oleh LVMH, penghargaan ini dapat dikatakan sebagai bentuk batu loncatan yang besar dan penting bagi desainer-desainer muda yang baru saja menjajaki industri fashion global.

Pada tahun ini, Soshi Otsuki melalui labelnya SOSHIOTSUKI berhasil meraih penghargaan tersebut dan membawa pulang hadiah dana sebesar €400.000 dan mentorship selama satu tahun bersama LVMH experts.

Soshi Otsuki membangun labelnya sejak tahun 2015 dan koleksi-koleksinya terinspirasi dari suit style masa lalu. Brand-nya, SOSHIOTSUKI, hadir dengan pakaian-pakaian yang menampilkan gaya mode klasik Jepang terutama looks ala tahun 80-an, dimana tailoring dengan cuttingan yang membutuhkan craftmanship tinggi sangat populer di zamannya.

Baca juga: Fresh, Crisp, Timeless: Mastering the White Shirt

Saat ia meluncurkan labelnya di tahun 2015, karyanya langsung menarik perhatian publik secara internasional hanya dalam peluncuran dua koleksi. Bahkan pada tahun 2016, ia berhasil terpilih sebagai finalis LVMH Prize. Dan hampir satu dekade setelahnya, ia memenangkan penghargaan prestisius tersebut di tahun ini

Meskipun demikian, SOSHIOTSUKI memang sebelumnya sudah pernah memenangkan beberapa penghargaan atas desain-desainnya yang fenomenal. Mulai dari Tokyo New Designer Fashion Grand Prix pada tahun 2019 dan Tokyo Fashion Award pada tahun lalu yang berhasil membawanya pada kesempatan untuk mempresentasikan karyanya di Paris showroom.

Lalu, apa yang membuatnya berhasil mendapatkan penghargaan dari LVMH di tahun ini? Pada kesempatan interview-nya bersama L’OFFICIEL, ia mengatakan bahwa craftmanship yang terus ia asah yang dapat membawanya pada titik ini. Bahkan, kita sendiri dapat melihat dengan jelas pada koleksi-koleksinya SS26-nya yang berjudul ‘The Shape Itself.’

SOSHIOTSUKI Spring/Summer 2026

Koleksi ini menyalurkan nostalgia tahun 80-an sambil menampilkan sisi-sisi yang tetap relevan dalam konteks tren fashion global masa kini. Setiap piece-nya menjadi bahasa baru untuk formal attire scene. Dengan tetap mempertahankan soft touch-nya, koleksi ini dibuat dengan prinsip yang tegas dan architectural di saat yang bersamaan untuk menciptakan perspektif baru terhadap busana formal.

Bagi mereka yang melihatnya secara sekilas mungkin akan menyimpulkan bahwa campaign untuk koleksi ini hanyalah sebuah arsip-arsip foto tahun 80-an yang mendadani modelnya dengan celana oversized yang menggelembung, double-breasted suits dengan lapel yang structured, hingga vintage blouse berbahan satin dengan tie-neck yang juga dipadukan dengan pencil skirt. Namun, jika kita melihat lebih detail lagi, koleksi yang memang masuk ke kategori timeless tersebut memiliki a twist of modernness yang masih relevan.

Sebagai contohnya, setiap celana yang dihadirkan memiliki pleats yang tegas pada bagian depan yang memberikan kesan casual pada sebuah fashion piece yang formal.

Jangan lupa juga dengan tie-neck blouse yang alih-alih hanya menjadi sebuah hiasan, SOSHIOTSUKI justru menjadikannya sebuah statement dengan sentuhan asimetris yang membuatnya tampak jauh lebih kontemporer. Selain itu, kenapa harus memilih antara tie-neck dan kerah konvensional untuk sebuah women blouse apabila bisa memiliki keduanya?

Membicarakan material yang digunakannya, SOSHIOTSUKI SS26 menghadirkan material yang juga vintage, seperti cotton-washi and linen. Material ini dipilihnya untuk menguatkan atmosfer masa lalu. Pernah membayangkan bagaimana sebuah well-tailored suit menggunakan material linen yang notabenenya merupakan material yang paling diminati untuk memberikan kesan laid-back di kala musim panas?

Secara garis besar, koleksinya untuk SS26 yang berjudul ‘The Shape Itself’ merupakan sebuah bentuk penolakan terhadap tren desain yang modern dengan merangkul shape nostalgic dengan sentuhan-sentuhan progresif nan moderen yang subtle.

Images: Courtesy of LVMH, Courtesy of SOSHIOTSUKI

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *