Personalized Luxury: Why Monogramming Your Favorite Bag Is a Must

I was beyond excited when Hanzky and Nopai launched their new project, The Luxury Reports Indonesia! I was instantly sold when I discovered that it’s an informative platform written in a blog format, making it more relatable and engaging to read. I immediately told Hanzky that I’d love to contribute to The Luxury Reports. And here I am.

My first writing here is something that has sentimental, and of course luxurious value to me. Something I truly treasure and would love to tell the world about it. Saya selalu terkagum-kagum dengan gaya travel para voyager di abad ke-19. The way they travel is something that I would define as luxurious and classy. They were so well dressed. Yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana setiap trunk atau koper peti yang mereka bawa selalu terlihat stylish dengan sentuhan personalisasi, menjadikannya lebih istimewa dan bernyawa. Setelah melihat eksibisi tentang ini untuk pertama kalinya di museum, saya langsung pulang dengan obsesi baru, ingin memiliki tas travel yang dipersonalisasi juga! Well, I don’t have a trunk yet, but I can start with my  bags.

Maison Goyard dan Louis Vuitton adalah pioneer personalized luxury sejak tahun 1800an. Awalnya, personalisasi ini bertujuan memudahkan pemilik dalam mengidentifikasi barangnya saat di perjalanan dengan transportasi umum. Namun, seiring waktu, personalisasi ini justru berkembang elemen unik yang mencerminkan kepribadian pemiliknya.

Ada beberapa cara yang ditawarkan setiap brand untuk memberikan layanan personalisasi pada produknya. Hand painted monogram di atas kanvas diperkenalkan pertama kali oleh Goyard. Coated canvas goyardine jadi terlihat lebih eye-catching dengan tradisi The art of Marquage, ciri khas dari Goyard sampai sekarang. Louis Vuitton awalnya menggunakan metode stamping sebelum menawarkan hand-painted service seperti Goyard. 

Terinspirasi dari gaya traveling abad ke-19 tadi, cita-cita untuk memiliki tas dengan personalisasi akhirnya tercapai di tahun 2010. Tas pertama yang saya personalisasi? Tentu saja Louis Vuitton Speedy 30. Modelnya klasik dan timeless, menjadikannya teman traveling yang serbaguna. Inisial nama lengkap saya, PAP, tersemat di salah satu pegangan kulitnya. Although it is not my most used bag anymore, it is still one of my favourite bags that I treasure until today.  The other day when I was using the bag, my daughter, Quorra, asked,  ‘Is that new?’. I told her, ‘No, this is older than you!’ That was priceless.

Tas kedua yang saya personalisasi adalah Goyard St. Louis GM. Sampai tahun 2013, layanan personalisasi ini hanya bisa dilakukan di Paris, dan prosesnya butuh waktu dua bulan! Saya masih ingat, seluruh prosesnya dilakukan lewat email, dan tasnya hanya bisa diambil langsung di butik Goyard di Paris. Waktu pertama kali menerima tas dengan inisial PAP yang terpampang nyata, my heart melted. I was so happy! Everything was like how I imagined it to be. Tas itu langsung resmi menjadi tas travel signature saya. It’s been with me everywhere and I can’t go anywhere without it!

Ada cerita lucu tentang inisial PAP yang baru saya sadari sejak tinggal di Singapura. Ternyata PAP adalah inisial dari salah satu partai politik yang cukup konservatif di Singapura—People’s Action Party. Setiap kali saya memakai tas itu, orang-orang di sekitar sering menoleh dan memperhatikan. Kadang, tasnya menjadi conversation starter dan, yang lebih lucu lagi, sering mempermudah saya mendapatkan meja di hawker center!

Sekarang, proses personalisasi jauh lebih mudah. Goyard sudah punya fitur di websitenya yang memungkinkan kita bereksperimen dan menggali kreativitas dalam memberikan sentuhan personal pada tas yang kita inginkan. Setelahnya, cukup screenshot desainnya dan bawa ke butik Goyard yang menyediakan layanan personalisasi. Saat ini, Goyard Singapura adalah satu-satunya butik di Asia yang menawarkan servis tersebut.

Benda terakhir yang saya personalisasi adalah Be-A-Bag multipurpose pouch dari Anya Hindmarch, yang saya cetak dengan foto gemas kucing kesayangan saya, Dusty. Anggap saja ini cara saya ‘mengajak’ dia ikut traveling ke mana pun!

So to summarize briefly, this is why I love personalization so much and why I strongly encourage you to try:

  • Personalisasi adalah sesuatu yang unik dan one of a kind. Unik karena berbeda dari tas yang ada di toko, dan one of a kind karena tidak ada orang lain yang memiliki desain yang sama. Di era ketika hampir segala sesuatu diproduksi secara massal, personalisasi menghadirkan sentuhan eksklusif yang membuatnya terasa lebih spesial, meskipun tasnya tetap tas sejuta umat!
  • It reflects your personality. Dengan menambahkan inisial, nama atau elemen desain yang disesuaikan dengan selera akan membuat tas tersebut jadi sesuai dengan personality dan signature look kita.  
  • It adds sentimental value. Sebagai orang yang selalu berusaha untuk membuat hal-hal biasa jadi lebih spesial, ini tentu menjadi hal yang paling berkesan buat saya. Ikatan emosinya terhadap benda tersebut jadi lebih terbentuk, dan prosesnya juga memberikan memori tersendiri. Saya percaya hal ini akan memberikan energi positif ke kita. And that bonus is priceless.
  • Tentunya, ada aspek fungsionalnya juga seperti membuat tas jadi nggak gampang tertukar dengan tas orang lain. I’m sure you’ve been to a gym locker room full of Goyard St. Louis bag. 

Jadi, gimana? Sudah mulai kebayang mau personalisasi tas apa dan seperti apa? Apakah dengan inisial atau monogram yang dibordir, dicetak, disulam, dicap, atau mungkin dilukis? Whatever it is, it has to be from you and you alone! Kalau boleh kasih saran, sebaiknya personalisasi dilakukan pada tas dengan model klasik supaya hasilnya lebih stand out dan tetap timeless.

Let me know your thoughts and experience on bag personalization!

Share your love

No comments yet

  1. Langsung pengen ke LV & Goyard buat personalisasi! Kebayang sih pas research jenis hurufnya, warna, model tas yg mana, seru bangetttt!

  2. Agustus lalu beli St. Louis di Singapore. Karena pernah tinggal di STL harus dong ya punya tas St. Louis :D. Pas mau dipersonalize ternyata harus ditinggal, berapa lama ya, sebulan kalo gak salah? Karena mikir nanti ribet ngambilnya gimana akhirnya gak jadi deh. Trus katanya mereka cuma bisa personalized within 3 months of purchase. Jadii nggak bakalan bisa dipersonalize di Goyardnya langsung deh. Sad!

    • Yes 4-6 weeks, kalo lebih cepet they will let you know, bisa juga beli di goyard mana aja dibawa ke Singapore for personalization but within 3 months of the receipt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *