Berbalut sentuhan high fashion khas Jacquemus dan spirit techwear dari Nike, kolaborasi Après Ski ini menghadirkan reinterpretasi segar yang lebih sleek dan modern untuk menyambut musim dingin.
Bulan Desember sudah mulai kita jajaki. Di Indonesia memang tidak ada salju, namun saat dunia fashion harus beradaptasi dengan suhu yang semakin dingin dan cuaca yang lebih gloomy, maka tak ada cara lain, selain merilis koleksi terbaru khusus untuk winter.
Jacquemus sudah akrab dengan urusan ini. Umur mereka sudah panjang dengan movement yang seperti berdiri di dua sisi; tetap memperhatikan high fashion tapi tidak lupa untuk feed the youth culture dengan rilisan yang menyentuh ranah streetwear. Termasuk saat Nike x Jacquemus Après Ski diumumkan baru-baru ini.

Kerja sama maksimal Nike dengan Jacquemus tak selamanya berjalan mulus. Fakta itu harus diamini oleh semua orang. Apa yang kita lihat sekarang bukanlah kolaborasi perdana mereka. Selama beberapa tahun terakhir, saya menjadi saksi bagaimana artikel collab mereka bisa mengundang perhatian, tapi juga tidak jarang ada yang berakhir di warehouse outlet. Artinya, apa yang disajikan masih perlu banyak diperhatikan.
Baca juga: Rayakan Musim Liburan dengan TUMI “Gift Joy”
Begitu juga dengan potensi besar dari Nike x Jacquemus Après Ski. Semua orang mengatakan kalau apa yang ada di koleksi ini seperti jauh dari apa yang sudah dilakukan Jacquemus selama ini. Lebih techwear dan lebih ‘nakal’. Masih ada classy feeling dengan tarikan desain yang lebih rapi, sleek, dan punya kesan kalau ini memang Jacquemus, tapi tetap terasa adanya perbedaan yang mencolok.

Total ada 18 artikel di dalam koleksi ini yang membuat kamu akan lebih relate tentang tren techwear itu sendiri. Memang, tren ini tidak untuk semua orang. Namun jika Jacquemus ikut bermain di dalamnya, kenapa tidak sesekali mencobanya?

“Menggunakan fabric technical, belajar dari para ahli, dan menghadirkan eksekusi yang minimal serta modern adalah proses yang sangat menarik bagi saya, dengan cara khas Jacquemus,” jelas desainer Simon Porte Jacquemus yang sepertinya ingin menyorot ada perbedaan dari approaching yang selama ini mereka lakukan bersama Nike.
“Saya selalu menjadi penggemar olahraga ski hingga bisa disebut olahraga favorit dan membuat aktivitas ini menjadikan liburan musim dingin sebagai favorit saya sejak kecil,” tambahnya. “Pakaian ski selalu menarik buat saya, dan saya adalah kolektor besar item-item ski vintage era 80-an. Koleksi ini bersama Nike memberi saya kesempatan untuk menghadirkan cerita mode baru dalam kolaborasi kami dan ke dalam komunitas ski, yang merupakan hal pertama bagi saya.”
Material GORE-TEX sudah jelas dimaksimalkan di dalam hampir setiap piece koleksi ini. Tidak banyak grafis, tetapi lebih banyak cara bermain khas Jacquemus dengan desain cropped, details yang minimalis, dan beberapa sisi extraordinary untuk menunjukkan kalau artikel-artikel yang nantinya beredar di publik ini dibuat dari tangan high fashion brand.

Artikel seperti jacket dan pants sudah jelas menjadi bagian penting yang di-highlight karena akan digunakan dalam aktivitas bermain ski di tengah dinginnya salju. Warna neon/yellow yang cukup soft juga sepertinya sedang di-push keduanya untuk merepresentasikan koleksi ini. Sayangnya masih belum ada detail lebih jauh tentang barisan artikel lainnya. Tapi, dari beberapa foto editorial yang telah dirilis, potensi cukup besar ada di dalamnya. Walaupun ada vibe seperti Nike ACG yang sedikit dibedakan dari cara Jacquemus memasukkan DNA sophisticated mereka.
Apakah akan tersedia di Indonesia seperti koleksi-koleksi mereka sebelumnya? Harusnya ada, namun pasti dalam jumlah terbatas.
Images: Courtesy of Jacquemus


