Kontemporer dan Historis, Matthieu Blazy Mendebutkan Koleksinya untuk Chanel di PIFW 2026

Share your love

Memberikan sentuhan baru terhadap Chanel, Matthieu Blazy mendapatkan standing ovation pada peragaan koleksi debutnya di Paris Fashion Week.

Di bawah planet-planet besar yang menggantung berwarna-warni, penantian akan nasib Chanel di dalam genggaman Matthieu Blazy yang meninggalkan Bottega Veneta akhirnya terjawab dengan ramainya standing ovation dari para undangan yang menyaksikannya secara langsung.

Tentu saja, Blazy mengerahkan upayanya dalam menghadirkan artikel-artikel mengarah pada keahlian Chanel, yaitu skema hitam putih, tweed, kalung mutiara yang menumpuk, juga siluet kotaknya. Namun, desainer kelahiran tahun 1984 ini menghadirkan twist yang memang menjadi ladang bermainnya selama ini, yaitu detail dan tekstur. Untuk koleksi Spring/Summer 2026, Blazy melenggangkan koleksi debutnya yang memiliki rumbai bervolume, gaun cantik dengan floral appliqués, juga setelan serasi sebagaimana identitas Chanel yang kuat dengan sentuhan Blazy yang sangat ‘Blazy.’

Pada barisan pertama, hadir para brand ambassador meliputi Ayo Edebiri dan Nicole Kidman yang kembali bergabung ke rumah mode ini setelah pernah membintangi Chanel No. 5 Le Film di tahun 2004. Hadir pula wajah yang familiar bagi Chanel sebelum masa Blazy seperti Jennie dari BLACKPINK dan Margot Robbie.

https://www.instagram.com/p/DPjd4APjP3E/?img_index=12

Alih-alih menampilkan craftsmanship tweed khas Chanel secara gamblang yang memang menjadi identitas utama rumah mode tersebut, Blazy memilih untuk menghadirkan jas pria dengan potongan crop, lapel tertutup, serta gulungan kemeja yang tampak tidak rapi. Ia memadukannya dengan celana low-waisted bermotif dan berbahan senada, menciptakan setelan yang terasa maskulin sekaligus chic. Kejutan ini tersinpirasi dari celana milik kekasih Coco Chanel, Boy Capel, yang sering ia pinjam.

Sederet setelan serupa juga ditampilkan dalam variasi warna, detail lapel, dan pilihan bawahan yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan dipadankan dengan rok midi bercelah tinggi di samping yang juga terpasang cukup pada bagian pinggul, menjadikannya elemen statement yang kuat.

Baca juga: Manifesto: Koleksi Debut Piccioli untuk Balenciaga

Ketika membahas Chanel, rumah mode ini tak bisa kita lepaskan dari craftsmanship tweed yang telah menjadi ikon legendarisnya. Blazy hadir dengan visi segar untuk bereksperimen dengan tweed, yang selama ini sering diasosiasikan dengan kesan klasik dan kuno di mata publik.

Dalam koleksi debutnya, Blazy mempersembahkan karya tweed yang jauh dari kesan kaku atau konservatif. Material tweed dipadukan dengan desain modern, seperti celah tinggi pada rok midi, potongan longgar, crop top, hingga sentuhan rumbai di hemline. Pemilihan warna-warna solid yang berani juga memperkuat visi sang desainer, mencerminkan gaya kontemporer yang terinspirasi dari seni modern.

Menggabungkan sejarah dengan visi masa depan Chanel, Matthieu Blazy memilih Charvet sebagai kolaborator pertamanya untuk koleksi debut ini. Charvet, pembuat kemeja legendaris asal Prancis, dikenal sebagai butik kemeja tertua di dunia yang telah melayani para bangsawan, negarawan, penulis, dan seniman Eropa dengan produk-produk bespoke yang sangat detail. Saat menggali arsip Chanel, Blazy menemukan fakta menarik bahwa Coco Chanel sendiri pernah menjadi pelanggan Charvet. Detail historis ini menjadi inspirasi utama dalam menghidupkan kembali hubungan antara dua rumah mode Paris yang ikonik.

Kolaborasi ini menghadirkan serangkaian kemeja putih yang dirancang khusus, memadukan keahlian Charvet dalam tailoring klasik dengan sentuhan modern dari Blazy. Kemeja-kemeja dalam koleksi SS26 ini tidak hanya menggunakan teknik arsip yang otentik, tetapi juga menampilkan kode-kode halus, seperti logo Chanel beraksen cursive yang dijahit tangan, mengacu pada label buatan tangan dari era 1910-an. Kolaborasi ini bukan sekadar penghormatan pada masa lalu, melainkan pernyataan elegan bagaimana warisan dan inovasi dapat bersatu dalam setiap detail kecil.

Membicarakan tentang Chanel, kita tentu saja tidak bisa melewatkan sederet tasnya. Dalam hal ini, Matthieu Blazy memberikan napas baru terhadap koleksi tas yang ia hadirkan di bawah kilauan planet-planet yang menghiasi panggungnya. Di tangannya, Chanel 2.55 hadir dengan patent leather yang memiliki siluet abstrak, layaknya telah menjadi suatu barang turun-temurun pemiliknya. Ada pula kehadiran floral appliqués yang tampak serasi dengan dress yang memiliki detail yang sama.

Bahkan, tas genggam untuk pesta pun hadir dengan warna gelap yang dihiasi dengan detail rasi bintang berkilauan berwarna emas. Untuk tas ukuran besar, Blazy memamerkan berbagai bentuk mulai dari bowling bag berbahan suede hingga work bag dengan grained leather yang memiliki siluet timeless.

Hadirnya Matthieu Blazy untuk Chanel secara garis besar mengundang respon positif sekaligus ekspektasi yang besar terhadap masa depan rumah mode ini. Dengan kemampuannya dalam memberikan unsur-unsur seni kontemporer yang sebenarnya cukup berseberangan dengan idealisme Gabrielle ketika membangun Chanel, banyak orang yang berharap bahwa Chanel akan menjadi rumah mode jauh lebih modern dan berlandaskan seni.

Images: Courtesy of Chanel

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *