Kembalinya Anya Hindmarch, Brand London dengan Sederet Tas Unik

From classic design to intricate detail, Anya Hindmarch’s bags offer versatility.

Nama Anya Hindmarch belakangan ini kembali meramaikan dunia fashion. Ini karena brand asal London ini memutuskan berkolaborasi lagi dengan Uniqlo untuk 2025 Summer Collection. Tapi, alih-alih membahas koleksi kolaborasi tersebut, aku ingin mengulas sederet koleksi desain tas favoritku dari desainer satu ini. Tapi, adakah di antara kamu yang belum familiar dengan brand Anya Hindmarch? Aku ceritakan sedikit ya di bawah ini!

Anya Hindmarch adalah label fashion yang berbasis di London dan didirikan oleh Dame Anya Hindmarch pada tahun 1987. Label ini dikenal karena menampilkan kemewahan yang tetap terasa unik dan playful, serta komitmennya terhadap sustainability. Sebelumnya, koleksi printed bags Anya Hindmarch sempat booming di Indonesia pada awal 2000-an. Beragam tote bags berukuran besar dengan gambar lucu menjadi bagian dari gaya remaja dan anak muda kala itu.

Namanya sempat meredup beberapa saat dan dijual ke Javad Marandi, seorang investor dan businessman, pada tahun 2012 lalu, brand ini perlahan kembali mencuri perhatian. Tahun 2019 lalu, sang desainer, Anya Hindmarch, akhirnya membeli kembali perusahaan ini dan kembali menjadi CEO.

Salah satu ciri khas brand Anya Hindmarch yang paling dikenal adalah signature eyes, dua mata mungil yang melirik ke atas, yang menjadi simbol dari sisi playful label ini. It’s amazing how she could incorporate the label’s trademark on any article she creates.

Pada koleksi Evening Bag, Anya bereksperimen dengan bentuk, material, warna, serta embellishment-nya. Koleksi Mini Tote dari Anya Hindmarch dibuat dari bahan sequin dengan desain yang terinspirasi dari kemasan makanan dan minuman, seperti Love Hearts, Heinz Tomato Ketchup, Kellogg’s Rice Krispies, dan masih banyak lagi. So playful!

Nggak cuma itu, permainan sequin-nya juga muncul dalam koleksi Bucket Bag dan Cross-body Bag yang nggak kalah unik. Tas-tas ini memiliki bagian dalam berbahan satin dan ukuran kecil, dihiasi dengan sequin dan beads untuk menciptakan efek 3D. Ukurannya yang tergolong kecil memang tidak menjadikannya tas yang fungsional, hanya muat untuk handphone dan dua lipstik, tapi sangat cocok dijadikan statement bag.

Untuk koleksi crossbody bag-nya, Anya Hindmarch juga punya banyak pilihan. Salah satunya adalah seri Neeson, yang memiliki konstruksi anyaman tangan dari bahan calf leather dan menyisipkan logo pita khas brand ini.

Kalau kamu mencari crossbody bag yang minim logo serta memberikan kesan klasik, minimalis, dan timeless, mungkin kamu akan suka dengan seri Mortimer Crossbody. Tas ini memiliki bentuk memanjang, sleek gold hardware turnlock, dan material patent leather. Nggak seperti evening bag sebelumnya, tas ini cukup luas untuk menyimpan dompet, handphone, notebook, dan makeup essentials.

Seri Mortimer ini juga memiliki varian lain yang lebih besar, bernama Mortimer Top Handle. Tas ini memiliki siluet yang mengingatkan dengan Hermès Kelly, dengan flap dan handle yang elegan. Bedanya, Mortimer Top Handle tidak memiliki belt yang dikaitkan ke turnlock-nya. Tas ini juga menampilkan detail pita ikonis khas Anya Hindmarch di bagian depan as a cherry on top. Selain bisa dijadikan hand bag, tas ini juga dilengkapi strap untuk dipakai sebagai crossbody bag.

Kalau kamu adalah tim tas besar untuk kebutuhan sehari-hari, mungkin kamu perlu berkenalan dengan Mortimer Tote. Dengan menggabungkan dua material, yaitu suede dan patent leather untuk masing-masing sisinya, shoulder bag ini menggunakan turnlock khas seri Mortimer sebagai penutupnya. Karena ukurannya yang besar dan punya kompartemen yang luas, tas ini sangat cocok dijadikan tas harian atau work bag yang bisa menampung laptop.

Itulah beberapa tas dari Anya Hindmarch yang berhasil menarik perhatian aku. Dari tas-tas yang aku sebutkan di atas, mana yang masuk ke wishlist kamu juga? Selain tas, mereka juga punya banyak koleksi lainnya, mulai dari wallet, bag charm, sampai stationery. Langsung saja kamu cek di sini!

Images: Courtesy of Anya Hindmarch, The Real Real, The Homepage

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *