Givenchy Antigona: The Start of My Designer Bag Journey

Sebelumnya, aku nggak pernah mimpi punya designer bag sampai aku kenalan sama yang namanya vision board. Wow, ternyata, punya vision board setiap tahun itu berguna banget, kita jadi fokus dan tau goals apa yang ingin dicapai dalam waktu tertentu. Ketika ada salah satu goals yang dibuat sendiri itu tercapai rasanya kaya kecanduan, pengen lagi dan lagi. Buat aku itu jadi hal baik karena semangat untuk terus fokus dengan apa yang lagi aku usahakan.

Yes, Givenchy Antigona ini jadi tas designer pertama aku. Journeynya panjang banget sampai akhirnya aku memutuskan untuk beli. Awalnya, tas yang ada di vision board aku adalah Prada Cahier Bag, tapi karena aku senang banget buka Pinterest buat explore inspirasi outfit, aku menemukan satu foto outfit simple memakai tas Givenchy Antigona. Awalnya aku nggak tau nama tasnya. Lalu aku research dan scroll beberapa foto outfit pakai tas Givenchy Antigona yang bikin aku jadi tambah tertarik. Ternyata tasnya versatile, cocok untuk berbagai gaya outfit. Dari situ baru liat review di YouTube untuk cari size yang tepat buat aku dan juga baca beberapa review yang bahas detail cara membedakan tas asli vs palsu.

Review yang paling helpful adalah dari seorang Youtuber luar negeri yang juga punya toko preloved tas branded. Dia review 3 size Givenchy Antigona, dari yang mini, small dan medium. Dia informasikan juga ukuran mana yang paling dia suka, serta detail kegunaannya. Menurut dia, mini pas untuk dipakai ke konser, dan traveling. Small cocok dipakai untuk ke kantor dan medium cocok untuk sehari-hari terutama sama yang suka bawa barang banyak. Di videonya, aku juga jadi bisa lihat secara jelas mulai dari detail bentuk tasnya, besar tas nya pas lagi dipakai, hardwarenya sampai ke jenis kulitnya.

Dari YouTube review, aku lanjut ke YouTube yang menjelaskan cara membedakan yang asli dan yang palsu karena aku mencari yang preloved tapi masih bagus. Jujur aku sempat agak bengong karena di awal yang diperlihatkan adalah dustbagnya. Aku kaya WHAT??? Dustbag?? Jadi ternyata dari bahan dustbag, tali dustbag sampai ke logo di dustbagnya bisa ketahuan keaslian tasnya. Waktu itu aku sampai mikir, pengetahuan aku tentang designer bag bener-bener nol besar yaa. Aku juga baru tau kalau harus memperhatikan posisi logo di tasnya, hardwarenya, kekokohon kulit tasnya, sampai detail jenis kain dan ketebalan kain pelapisan (lining) di dalam tasnya. Wow. Ini pengetahuan yang baru buat aku.

Aku sempat ragu untuk beli preloved, takut kena tipu, karena ternyata secara kasat mata mirip. Tapi dengan segala keyakinan dan bekal yang aku dapat, aku beranikan diri untuk cari online. Deg-degan nya ada banget, takut tas yang aku beli palsu, tapi ternyata online shopnya terpercaya! Tasnya mendarat di rumahku dengan selamat. Setelah sampai juga aku langsung cek semua tanda dengan ilmu yang sudah aku pelajari dari YouTube mulai dari dustbagnya, tag-nya, logo di tas nya, kekokohan kulitnya, kode di dalam tasnya, ritsleting-nya dan lain-lain. Satu yang bikin aku makin yakin kalau tas yang aku beli asli adalah copy receipt-nya.

Akhirnya, setelah 7 tahun kerja sebagai sales, aku bisa beli juga tas Givenchy Antigona yang small. Tapi, memang ya walaupun sudah baca review pun, paling benar memang mencoba langsung. Kadang sudah mencoba pun akan beda experiencenya setelah dipakai sehari-hari.

Jadi, di kasus aku, ternyata yang small masih terlalu besar karena yang mini pun muatnya banyak sekali. Akhirnya aku jual yang small dan tukar dengan yang mini. Beneran secinta itu sama Givenchy Antigona. Selain suka banget sama modelnya yang ada nuansa maskulin tapi tetap menggemaskan, tas ini sangat terpakai sekali buat sehari-hari. Sering juga aku pakai untuk traveling, jalan-jalan casual sampai acara formal. Untuk casual vibe bisa pakai long strapnya dan kalau mau formal, aku bisa jinjing handle pendeknya. Karena modelnya structured, jadi cocok juga kok dipakai ke acara yang mengharuskan kita untuk lebih dress up. 

By the way, walaupun terlihat kecil, tapi dalamnya luas dan segala macam bisa masuk. Bahkan sampai timbangan makanan aja bisa aku bawa setiap hari.Seperti terlihat di foto, walaupun muat banyak, tas ini bukan cemplang-cemplung style ya. Kulitnya kan kokoh jadi agak ada usaha sedikit untuk membuka tasnya dan mengambil barang di dalam. Aku lebih suka mengelompokkan barang-barang aku di pouchnya masing-masing, jadi pas mau ambil lebih mudah. Dan memang sebaiknya barangnya tetap ditata rapi supaya lebih gampang mencarinya.

Givenchy Antigona ini definisi best buy aku untuk designer bag. Secara fungsinya memfasilitasi kebutuhan banget, stylenya juga versatile dan nyaman dipakai.

Share your love

No comments yet

  1. Relate banget sama tas designer bag pertamanya!! Mine was also Givenchy Nightingale large, untuk kaum bawa barang yg dibawa sehari-hari kaya pindahan rumah sih ini ok banget ya hahaha

  2. Givenchy antigona juga salah satu tas desainer pertamaku, versatile bgt bener, dan karena kokoh jd auto rapih aja gitu kalau dipakai. Beli yg small jg, preloved yg masih kinclong bgt. Tp skrg agak jarang dipakai, krn… berat! Or at least lbh berat deh dibanding yg lain.

    • iyaaa.. bener banget lagi yang small karena gede jadi kayanya semua bisa masuk jadi beraattt.. dan gak bisa di selempang.. huhuhu

  3. Kak seruuuu banget! Mau dong dibahas lebih basic lg mapping brand fashion. Yg classified sbg designer brand tu yg kaya apa dan non yg kaya apa or ada kelas lain lg selain 2 ini.

    • Seruuuu yaa.. kamu bisa main-main kie forum kita aja, di forum kita udah ter classified nanti bisa cek-cek obrolannya juga disitu.. semoga membantu yaa… 🙂

  4. Kak dori, what a great article! Aku juga setuju dengan visual board, buat kita jadi lebih semangat dan ternyata kalo kita percaya dengan apa yg kita mau, we can achieve it!

    Aura black givenchy antigona memang ga bisa boong 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *