Sudah lebih dari setahun sejak tas Balenciaga Rodeo diperkenalkan, dan lebih dari enam bulan saya memakainya. Semakin sering dipakai, tas ini justru semakin menyenangkan!


Mungkin ada dari kamu yang belum familiar dengan Rodeo bag, tapi pasti sudah nggak asing lagi dengan Rodeo Drive, the iconic hub of lifestyle, luxury, and fashion di Beverly Hills. Yup, Rodeo Drive adalah inspirasi utama dari tas ini, dan kemungkinan besar alasan kenapa namanya “Rodeo”, bukan karena rodeo ala koboi, tapi karena nuansa street style yang chic dan glam khas Beverly Hills. Tas ini seperti menggabungkan aura old money meets edgy modern yang sangat khas Balenciaga.
Dan menurut saya, tas ini sukses membangkitkan kembali kepercayaan para loyalis brand Balenciaga, termasuk saya. Kenapa? Karena we’ve been longing for a Balenciaga classic bag comeback!
Dari dulu saya suka Balenciaga karena brand ini nggak cuma inovatif, tapi juga punya vibe yang edgy, modern, dan trendy, sambil tetap menyisipkan elemen timeless di tiap koleksinya. Balenciaga juga berani tampil nyeleneh dan sering kali menantang batasan “acceptable” untuk sebuah luxury brand. Banyak koleksinya mengandung unsur satirikal dan eksperimental, baik dari segi bentuk, material, maupun pesan di tiap campaign musimannya.


Saat pertama kali lihat preview campaign-nya, saya langsung ingat satu foto Mary-Kate Olsen (yang saya attach di atas). Sebagai fans berat Mary-Kate dan Ashley Olsen sejak dulu, saya punya banyak photographic memori outfit mereka, dan salah satunya adalah foto Mary-Kate dengan Hermès Kelly bag yang sudah sangat beat up. Campaign Rodeo ini langsung men-trigger keinginan untuk memiliki tas yang vibes-nya mirip, dan akhirnya jadi salah satu koleksi favorit saya!
Setelah semacam mendapat stamp of approval secara emosional dari Mary-Kate, saya langsung cek ke butik Balenciaga di Singapura. Sayangnya, Rodeo ukuran small warna hitam hanya tersedia untuk display. Semakin langka, semakin penasaran, kan?
Kebetulan ada teman yang lagi business trip ke Jepang dan bilang, “Let me know if you need anything.” Saya langsung titip, “tolong tanyain Rodeo bag size small warna hitam, dong” 😅 Live update dari Jepang sempat bikin deg-degan karena tidak ada stock di butik Roppongi dan Ginza dan baru akan restock di bulan Oktober. Dalam hati, saya bilang, “Ya sudah, mungkin belum jodoh”.
Tapi saat lunch break, teman saya “iseng”, mungkin dia juga jadi penasaran, mampir ke butik Balenciaga di Shibuya dan ternyata…”akan ada 1 Rodeo small black yang masuk jam 2 siang!”, kata salah satu sales associatenya. Rasanya seperti treasure hunt! Tapi dia nggak boleh bayar dulu sebelum barangnya benar-benar sampai. That moment felt like fate and I was convinced it was meant to be.
Setelah lebih dari 6 bulan pemakaian, ini review saya:
The Look
Konstruksi Rodeo menampilkan tampilan yang casual dan versatile. Bisa dijinjing atau di sling di pundak. Desainnya clean dengan kompartemen depan terbuka yang memberikan kesan professional yet approachable, luxurious yet practical. Totally the look I’m aiming for!
The Size & Color
Rodeo hadir dalam lime ukuran: Large, Medium, Small, Mini dan Nano. Warna yang tersedia antara lain hitam, abu-abu, maroon, beige dan putih dengan hardware emas vintage atau silver.
Saya pilih ukuran small karena menurut saya ukurannya pas banget untuk kebutuhan harian: dompet, dua handphone (pribadi dan kantor), kacamata, hand sanitizer, kunci mobil, dan reusable bag lipat. Lengkap, tapi tetap terlihat ringkas saat dipakai over the shoulder.
The Leather
Rodeo dibuat dari calfskin dengan finishing yang halus, lembut, dan transparan, memperlihatkan karakter alami kulitnya. Bagian lining dilapisi lambskin yang sangat lentur dan nyaman saat disentuh.
The Compartments & Accessibility
Saya suka dengan kompartemen depan yang dibiarkan terbuka, membuat tampilannya terlihat santai tapi tetap fungsional. Lipatan “accordion” di samping dilengkapi kancing yang bisa dibuka saat butuh ekstra space. Nopai pernah tanya di salah satu OOTD post saya: “Gampang nggak sih dipakainya?”, jawabannya: YES!
Kalau dibandingkan dengan Hermès Herbag, yang tampilan depannya mirip, Rodeo jauh lebih praktis dalam pemakaian dan lebih mudah untuk dibuka-tutup. Saya juga suka dua kompartemen utama yang lapang dan dua pocket di bagian belakang untuk menyimpan benda-benda tipis.
The Feels
Lipit-lipit yang terlihat sedikit usang dan tepi kasar di bagian atas memberikan kesan tas favorit yang sudah sering dipakai, seperti barang kesayangan yang punya cerita. Persis seperti vibe dari foto Mary-Kate tadi. Detil unik ini tidak pernah saya temukan di tas lain.
—
Gimana, tertarik nggak menjadikan Rodeo bag ini sebagai the next it-bag di lemari kamu?
Let’s chat in the comments!









