Tas Birkin Milik Jane Birkin akan Dilelang Bulan Depan di Sotheby’s

Siapakah yang jadi pemilik selanjutnya tas Hermès Birkin paling original dan pertama di dunia ini?

Tidak ada tas yang paling kerap menjadi bahan perbincangan serta ikon budaya dalam dunia fashion selain Hermès Birkin. Tas yang sering menjadi simbol luxury ini lebih dari sekadar harganya yang setinggi langit.

Desainnya yang timeless, craftmanship luar biasa, bentuknya yang spacious, serta detail elegan yang membuat banyak brand lain juga menciptakan tas dengan gaya serupa, adalah beberapa hal yang menjadikan Hermès Birkin jadi idaman para pencinta mode di seluruh belahan dunia. Tapi, apakah produk prototype-nya yang one-of-a-kind layak dilelang? Baca lebih lanjut untuk tahu kisahnya!

Sejarah Kolaborasi Hermès dengan Jane Birkin

Cerita tas Hermès Birkin diawali pada tahun 1981 di dalam penerbangan Air France. Saat itu, Jane Birkin duduk di sebelah Jean-Louis Dumas, yang kala itu menjabat sebagai Artistic Director di Hermès. Jane mencoba menyimpan barang-barangnya di kompartemen atas pesawat, tapi keranjang rotan yang menjadi ciri khasnya terjatuh dan semua isinya tumpah ke pangkuan Dumas. Kecelakaan kecil itu menjadi sebuah pertemuan menarik yang ternyata menjadi bagian dari sejarah mode.

Pada tahun itu, tas-tas kecil memang sedang menjadi tren. Jane mengeluh kepada Dumas bahwa ia tidak bisa menemukan handbag yang cukup besar untuk membawa kebutuhan sehari-harinya, terutama saat bepergian bersama putrinya yang masih kecil, Charlotte. Terinspirasi dari kepraktisan dan gaya khas Jane, Dumas akhirnya membuat sketsa sebuah tas yang menggabungkan sisi fungsional dan keanggunan, sebuah desain yang kemudian dikenal sebagai Birkin.

Hermès mempersembahkan prototipe tas tersebut kepada Jane Birkin pada tahun 1985, sambil meminta izin untuk menamai model baru itu dengan namanya. Itulah tas Birkin yang paling pertama, yang menjadi cikal bakal dari segalanya, dengan signature style unik yang membedakannya dari bentuk-bentuk Birkin yang kemudian diproduksi secara komersial oleh Hermès.

Detail Hermès Birkin Pertama yang Perlu Kamu Tahu

The first cut is the deepest. Ini bukan sekadar tas Birkin hitam biasa, ada sejarah dan sisi emosional tak ternilai di dalamnya. Tas ini tentunya memiliki keunikan tersendiri yang tidak ada di mana pun juga. Tas Birkin yang dijual saat ini, yang sudah dimulai sejak lima dekade lalu, bahkan tidak memiliki detail yang sama dengan yang pertama kali dibuat ini.

Ukuran tingginya seperti Birkin 40, namun ukuran lebarnya seperti Birkin 35. Tas ini memiliki gilded brass hardware, sementara Birkin yang dirilis secara resmi menggunakan gold-plated hardware. Seiring waktu, Hermès memiliki hardware dengan finish yang lebih beragam, mulai dari palladium, rose gold, hingga ruthenium. Bottomstuds yang dimiliki oleh Birkin pertama ini juga lebih kecil dibanding yang dijual saat ini.

Punya crossbody strap, dengan front flap yang spesial, ditambah dengan inisial J.B yang hanya satu-satunya, tas ini menjadi semakin memikat. Tas ini menjadi kesayangan Jane Birkin sejak pertama kali diberikan kepadanya, jadi jejak pemakaiannya begitu terasa dengan banyaknya goresan dan kondisi leather yang tak lagi sempurna. Bentuk yang well-worn ini tentu tidak bisa dipisahkan dari perjalanan Jane Birkin sebagai aktris, penyanyi, sekaligus it girl pada eranya, bagian penting dari gayanya yang effortless dan Bohemian chic. Bahkan, dalam tas ini masih menggantung sebuah nail clipper milik Jane untuk membuat kukunya selalu bersih dan rapi ke mana pun ia pergi.

Sebelum akhirnya akan dilelang bulan depan, tas Birkin ini sebenarnya sudah sempat berpindah kepemilikan. Jane mendonasikannya pada French AIDS charity, Association Solidarité Sida pada tahun 1994, lalu dibeli lagi pada tahun 2000 oleh seorang pemilik vintage store dan kolektor asal Paris bernama Catherine Benier.

Tas Birkin ini juga pernah dua kali ditampilkan dalam pameran, yaitu di New York’s Museum of Modern Art tahun 2018 dan di London’s Victoria & Albert Museum tahun 2020.

Ketika pertama kali mendengar bahwa tas Hermès Birkin original dan pertama yang ada di dunia, yang diciptakan oleh Hermès khusus untuk Jane Birkin akan dilelang, aku merasa itu sesuatu yang sangat tidak perlu. Tas ikonis itu sudah seharusnya dimuseumkan, sebagai benda klasik berharga yang melahirkan banyak koleksi Hermès Birkin selanjutnya. Apalagi, setelah Jane Birkin meninggal dunia tahun 2023 lalu, tas ini semestinya jadi peninggalan untuk industri mode saja, tanpa perlu dimiliki oleh seseorang, apalagi dipakai bepergian.

Birkin 35 yang dijual saat ini (kiri) dan Birkin original milik Jane (kanan)

Gimana menurut kamu? Aku hanya berharap tas bersejarah itu tidak jatuh ke tangan keluarga Kardashian – Jenner, mengingat mereka sangat memiliki kemampuan untuk mendapatkannya, tapi Kim Kardashian pernah melakukan kesalahan fatal pada gaun vintage Marilyn Monroe. Pada Met Gala 2022 lalu, Kim mengenakan gaun yang dipakai Marylin Monroe saat perayaan pesta ulang tahun Presiden John F. Kennedy pada tahun 1962. Gaun iconic yang memiliki material sangat halus dan bertabur kristal itu mengalami kerusakan pada bagian belakangnya setelah digunakan oleh Kim. Jelas saja, karena gaun berwarna nude itu sudah berusia 60 tahun dan diciptakan khusus untuk siluet tubuh Marilyn Monroe. Meski dengan kehati-hatian sekalipun, gaun tersebut sangat mungkin rusak bila dipakai oleh orang lain.

Bagiku, seharusnya cultural item dibiarkan apa adanya dan dijaga dalam museum. Tidak perlu dilelang, diperjualbelikan, atau dipindahtangankan. Namun, dengan segala keistimewaan yang dimiliki barang-barang tersebut, justru banyak sekali kolektor dan fashionista yang antre untuk memilikinya. Tanggalnya sudah ditetapkan, tas Birkin legendaris ini akan hadir di auction Sotheby’s Fashion Icons di Paris, 26 Juni – 10 Juli 2025. Kira-kira, siapa yang berhasil memilikinya dan berapa harganya?

Images: Courtesy of Vogue, Courtesy of Sotheby’s.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *