Banyak yang bilang kalau Polene jadi berubah sejak L Catterton, perusahaan milik LVMH, membeli sejumlah saham mereka. Memang tidak sepenuhnya menjadi bagian dari LVMH, tapi kenaikan harga Polene tetap terasa dan setelah membelinya aku pun menyadari kalau materialnya pun berbeda.
Tahun lalu, Polene mengeluarkan beberapa warna baru untuk beberapa produk tasnya. Sesuai dengan momen winter, banyak warna gelap yang cantik banget, dan aku pun memutuskan untuk ikut pre-order Cyme Mini warna Black Cherry.

Sebagai penggemar Polene, menambah koleksi tas Polene terbaru tentu saja bikin aku excited. Tapi, sayangnya, aku merasa ada perbedaan yang cukup jelas ketika tas baru ini aku terima. Apalagi, sebelumnya aku sudah punya Cyme Mini warna Chalk dan Taupe.
Perbedaan pertama adalah kulit yang terasa lebih keras dan kaku. Perbedaan kedua adalah bentuk lipatan (fold) di sisi tas yang berbeda, dan yang terasa paling mengganggu adalah Cyme Mini baru ini susah banget di-extend ke samping. Magnet di kedua sisi tas akan terus lepas dan collapse.

It’s a completely different bag. Bisa diliat di foto di bawah, Cyme Mini Black Cherry aku berdiri kaku dengan the other slouchy Cyme Minis.
Aku baru menyadari bahwa Cyme Mini Black Cherry ini adalah tas Polene pertama aku dalam tiga tahun terakhir. Sejak L Catterton, perusahaan milik LVMH, membeli sejumlah saham kepemilikan di Polene, dan sejak brand Prancis ini makin “naik kelas” dengan membuka toko di kawasan elit Champs-Élysées, aku baru membeli produk mereka lagi. Ternyata, berbeda sekali dengan Polene saat awal-awal populer.
Price Increases
Perlahan tapi pasti, Polene mulai bertransformasi menjadi lebih premium, dengan “habits” ala luxury brand, seperti pemakaian amplop untuk struk pembelian di toko, sampai price increase rutin. Dua tahun lalu, aku sempat share di YouTube channel pribadiku pasca salah satu kenaikan harga Polene ini, bahwa kualitas tas Polene sesuai dengan harganya yang semakin tinggi: kulit yang terasa lebih supple, pengerjaan yang tampak jelas lebih rapi, dan model-model tas baru yang menunjukkan craftsmanship tinggi.
Jadi, pengalaman terbaru aku dengan Cyme Mini Black Cherry ini membuat aku berpikir ulang: masih worth it nggak sih, beli Polene di 2026?

Aku mengamati masih banyak banget orang yang mau membeli Polene pertama mereka; nonton dan baca review sana-sini, mencari model yang sesuai kebutuhan. If that’s your case, go for it! Tidak usah terlalu dipikirin kualitas Polene “lama” vs Polene “baru”. Selama kamu tertarik dan oke dengan harganya, beli aja. Jangan tunggu sampai naik harga lagi.
Nah, beda cerita bagi aku yang sudah punya banyak Polene (bahkan sudah ada yang di-preloved karena jarang dipakai). Belum lama ini, aku lihat ada yang pakai Polene Beri warna Taupe di mall, and it just looked so good. Tapi aku pikir-pikir lagi, kok nggak terima ya rasanya, beli Beri baru di kisaran harga delapan juta, saat Beri yang kupunya sekarang, dulu belinya enam jutaan? Dulu, penggemar Polene akan nambah koleksinya tanpa banyak mikir, termasuk aku. Sekarang sudah beda cerita, karena kenaikan harga yang cukup signifikan.

Tapi, sebenarnya ada satu tas terbaru Polene yang bikin aku naksir dan cukup kepikiran, namanya Neuf East-West. Dulu, aku sempat jual Neuf Mini aku, karena kombinasi bukaan tas yang kecil + posisi handle-nya suka mengganggu keluar-masuk barang. Pokoknya, kurang user friendly. Now, the Neuf East-West is longer, with a zipper opening. Dengan harga yang masih di bawah sepuluh juta, jujur saja Polene Neuf East-West masuk wishlist aku.
Menurutku, sekarang Polene beranjak keluar dari status “affordable luxury”. Banyak harga produknya yang sudah di atas sepuluh juta, walau memang tampak wajar, saat kamu melihat dari segi desainnya yang jauh dari mainstream.
Kalau kamu masih bertanya, apakah masih worth it beli Polene sekarang ini? Jawabanku kembali lagi, selama kamu tertarik dengan gayanya, benar-benar membutuhkan, dan oke dengan harganya, masih worth it kok. Terutama bagi kamu yang baru mau membeli Polene pertama kali.
I’d like to know your opinions!
Images: Courtesy of The Luxury Reports.
