From discomfort to a striving local brand, here’s how Colleen and Natalia build Klove!
Berawal dari keresahan sederhana yang sering dialami banyak perempuan, yaitu tas cantik yang tak nyaman dipakai karena strap-nya kurang pas, lahirlah Klove, brand leather goods lokal yang kini dikenal dengan desain yang tak hanya aesthetic dan classic, tapi juga fungsional.
Didirikan oleh Colleen dan Natalia, Klove memulai perjalanannya dengan membuat signature bagstrap berbahan kulit asli, hasil perpaduan antara selera personal dan kebutuhan sehari-hari. Dari situ, brand ini berkembang menjadi koleksi tas yang thoughtful dan tahan lama, dengan sentuhan craftsmanship lokal yang kuat.
Dalam perbincangan bersama The Luxury Reports, Colleen membagikan cerita tentang awal mula Klove, dinamika kolaborasi dua founder, tantangan membangun brand sambil menjalani motherhood, sampai langkah Klove menembus pasar internasional. Simak kisah lengkapnya berikut ini.

TLR: Bisa ceritakan sedikit tentang lahirnya Klove? Apa yang menginspirasi awal mula brand ini?
Colleen: Sebenarnya ini berangkat dari pengalaman pribadi. Jadi aku dan partner aku, Natalia, suka beli tas, tapi sering nggak kepakai karena bermasalah sama strap-nya. Kadang kepanjangan, kependekan, atau malah nggak nyaman karena terasa kurang fungsional. Akhirnya, kami mulai bikin signature bag strap kita sendiri.
Karena kami suka banget sama real leather, kami bikin strap-nya dari bahan kulit asli, entah itu dari lamb skin, crocodile, atau hasil mix and match. Dari situ, kami sempat kolaborasi sama Aidan & Ice, dan juga bikin personal painting bareng salah satu teman kami yang pernah kerja di Louis Vuitton sebagai artisan.
Dengan adanya bag strap ini, tas bisa jadi lebih multipurpose, dan rasanya kayak ngasih “second life” ke tas yang sudah kita miliki. Karena aku dan Natalia juga suka traveling, dan seiring Klove tumbuh, keluarga kami juga ikut berkembang. Kalau pergi sama anak, susah banget pakai tas handbag, akhirnya pakai tas besar yang menurutku kurang stylish. Menurutku, karena jadi ibu, bukan berarti seseorang jadi harus mengorbankan penampilan. Dari situ, untuk melengkapi strap tadi, aku dan Natalia mulai bikin tas sendiri sekitar tahun 2018 atau 2019.

TLR: Klove didirikan oleh dua founder. Gimana pembagian peran di antara kalian? Apakah masing-masing fokus di bidang tertentu atau lebih kolaboratif?
Colleen: Dalam struktur Klove, aku fokus di bagian procurement, sedangkan Natalia pegang sisi produksi. Untuk hal lain seperti operasional, pengembangan bisnis, dan ide-ide baru, kita kerja bareng secara kolaboratif dan saling melengkapi pas ambil keputusan.
TLR: Desain Klove dikenal simpel dan minimalis. Biasanya inspirasi desain datang dari mana?
Colleen: Inspirasi datang dari kebutuhan sehari-hari perempuan modern, mulai dari pengalaman traveling, tren terbaru, sampai elemen desain yang klasik dan timeless.
TLR: Apakah semua material dan proses produksi Klove dilakukan di Indonesia?
Colleen: Semua tas dan strap Klove dibuat di Indonesia. Pengrajin di sini, terutama di Pulau Jawa, punya keterampilan tangan yang detail banget. Sayangnya, masih banyak orang yang lebih fokus beli produk luar negeri. Jadi kami juga pengen ikut bantu memajukan talenta lokal. Lagipula, produk handmade juga punya carbon footprint yang lebih rendah dibandingkan massive production.
TLR: Dari sekian banyak koleksi, produk apa saja yang jadi best-seller? Produk apa yang paling sulit diproduksi?
Colleen: Lisbon Collection sudah jadi koleksi andalan Klove sejak awal. Meskipun kecil, kapasitasnya besar banget. Setiap musim, kami usahakan bikin variasi baru dari sisi material dan warna. Dari situ, koleksinya berkembang jadi Lisbon Stretch, Lisbon Mini, dan nanti akan ada yang baru lagi untuk winter collection.

Yang paling susah diproduksi itu Abbey Bag, karena bentuknya bucket bag yang punya banyak curve dan fold. Jahitannya juga lebih rumit dari biasanya.

TLR: Saat ini Klove ada di Masari dan Takashimaya. Ada rencana untuk buka flagship store sendiri ke depannya?
Colleen: Di Masari, Klove udah hadir di tiga lokasi: Senayan City, Plaza Indonesia, dan Pondok Indah Mall. Kami juga ada di Jill & Sahara, Kemang. Selain itu, Klove punya online store. Dan dalam 2–3 tahun ke depan, kami lagi pertimbangkan kemungkinan untuk buka flagship store sendiri.
TLR: Klove sudah berjalan lebih dari 10 tahun sejak 2012. Apa tantangan terbesar dalam membangun dan mempertahankan brand fashion di Indonesia?
Colleen: Kesabaran dan kreativitas. Klove memang fokus untuk tumbuh secara organik. Kami nggak pengen ekspansi yang buru-buru, jadi kami juga lebih selektif dalam product placement dan kolaborasi, harus dengan orang atau brand yang punya visi yang sejalan. Kami pengen bangun hubungan yang kuat sama customer, supaya mereka percaya sama kualitas produk kita, dan tahu kalau brand ini dibangun untuk jangka panjang.
TLR: Bisa diceritakan gimana proses Klove bisa masuk ke pasar Singapura? Dan gimana responsnya?
Colleen: Waktu tahun baru kemarin, aku ketemu teman dari mutual circle yang notice tas yang aku pakai. Pas tahu ini brand Indonesia, dia langsung nyaranin untuk bikin pop-up. Tapi ternyata, Takashimaya cukup terkesan sama kualitas produk kita, dan kerjasamanya masih terus diperpanjang sampai sekarang.
Takashimaya sebagai Japanese department store itu sangat selektif, jadi kami sangat bangga bisa bawa brand Indonesia ke sana.

TLR: Sebagai founder yang nggak tinggal di Jakarta dan juga seorang full-time mom, gimana cara mengelola tim dan produksi dari jarak jauh?
Colleen: Trust, flexibility, and communication. Menyeimbangkan kerja dan peran sebagai ibu itu memang menantang. Aku dan Natalia selalu saling dukung untuk bisa terus tumbuh, baik di Klove, maupun dalam keluarga kami masing-masing. Dari awal, kami sudah saling mengerti satu sama lain sebagai perempuan yang punya keluarga muda. Kalau salah satu butuh dukungan, kami akan support tanpa banyak tanya.
Biasanya, kami dedikasikan setengah hari pertama untuk fokus ke Klove, dan sisanya menyesuaikan peran sebagai ibu atau pemilik brand. Karena jadi ibu itu pasti sering banget ada perubahan jadwal mendadak. Jadi, kita belajar untuk embrace fleksibilitas itu.
Kami juga punya weekly meeting Klove biar tetap selaras, walaupun aku tinggal jauh. Kami biasanya set deadlines, goals, dan tanggung jawab masing-masing. Bersyukur banget sekarang teknologi udah memudahkan banget untuk kasih daily updates, jadi komunikasi tetap jalan.
Selain itu, kami juga suka merayakan pencapaian kecil biar tim tetap semangat.
Sebagai ibu dari anak perempuan, kami juga pengen menginggalkan legacy yang baik, menunjukkan bahwa mungkin banget untuk punya keluarga dan karier yang bisa menginspirasi.

TLR: Apa pelajaran paling berharga yang didapat selama menjalankan Klove?
Colleen: Pelajaran paling berharga yang kami dapatkan adalah pentingnya konsistensi dalam kualitas dan komitmen terhadap nilai brand. Di industri yang sangat dinamis seperti fashion, tren bisa berubah dengan cepat, tetapi kepercayaan pelanggan hanya bisa dibangun melalui integritas, baik dalam desain, material, maupun proses produksi.
Kami juga belajar bahwa being authentic dan listening to our customers are the key to grow. Selain itu, membangun tim yang solid dan saling percaya menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan brand.
TLR: Apa tips atau saran yang ingin dibagikan untuk yang ingin memulai bisnis di industri fashion?
Colleen: Mulai dari kecil, tapi dengan visi jangka panjang. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Produk yang dibuat dengan baik akan lebih tahan lama dan meninggalkan kesan positif yang berkelanjutan di mata pelanggan.

TLR: Terakhir, what’s next for Klove?
Colleen: Kami sangat excited to announce that we will soon be hosting another pop-up event in Singapore, designed to further introduce our brand to the local market. Nggak hanya itu, kami juga look forward untuk unveil kerjasama kami dengan prominent figure in Malaysia sebagai chapter baru Klove dalam pertumbuhannya secara regional.
Itulah cerita Colleen, co-founder Klove, tentang perjalanan Klove yang berakar dari pengalaman pribadi dan passion akan kualitas. Klove mengingatkan kita bahwa sebuah tas bukan sekadar aksesori, tapi juga wujud dari kreativitas dan dedikasi para pengrajin lokal. Kalau kamu, apa arti sebuah tas bagi gaya dan keseharianmu?
Images: Courtesy of The Luxury Reports, Courtesy of Klove


Penasaran bangeeett sama klove ini.. semoga nanti ikutan BFF biar bisa liat-liat produknya.. ❤️❤️❤️