Taman Kanan-kanak / Sekolah Dasar Talimbayat
Taman Kanan-kanak / Sekolah Dasar Talimbayat

Ami Paris Fall/Winter 2026: Gaya Timeless Parisian dengan Sentuhan Permainan Warna
Share your love
Koleksi kali ini tampak lebih colorful, namun tetap dengan gaya relaxed dan timeless khas Parisian street style.
Pada 21 Januari 2026 lalu, Ami Paris mempersembahkan koleksi Fall/Winter 2026 untuk menswear dan womenswear di sebuah ruang Haussmannian bergaya industrial, berlokasi di Champs-Élysées, Paris. Dengan palet yang netral dan understated, ruang ini menghadirkan latar yang bersih dan tidak mengganggu, sehingga para tamu yang hadir bisa fokus pada koleksi yang ditampilkan.

Sederet public figure ternama turut hadir menyaksikan runway Fall/Winter 2026 ini, mulai dari aktris cantik Diane Kruger, pasangan model yang sedang jadi sorotan: Tony Ozkan dan Yesly Dimate, bintang asal Jepang Tsubasa Honda, aktor Zhou Yiran, hingga brand ambassador rumah mode ini, Choi Woo Shik.






Menandai lima belas tahun perjalanan Ami Paris, koleksi ini terasa seperti sebuah babak baru, namun tetap setia pada karakter dan ciri khas saat brand ini pertama kali dibangun. Alexandre Mattiussi, Founder & Creative Director Ami Paris mengungkapkan bahwa ia teringat kuat dengan sisi-sisi Rubik’s Cube® yang terus berubah ketika merancang dan mempersiapkan koleksi Fall/Winter 2026 ini. Berkat satu gerakan kecil saja, seluruh kubus jadi terlihat berubah, mulai dari warna, susunan, dan suasana. Koleksi ini terinspirasi dari hal itu: mengubah suatu detail dapat membuat segalanya terasa baru, berbeda, dan mengejutkan.
“Sejak awal, saya menginginkan kebebasan yang lebih besar dalam cara busana dikenakan memadukan item yang sangat kasual dengan yang lebih sophisticated, dengan warna dan gaya yang beragam. Ini benar-benar tentang kehidupan sehari-hari di jalanan Paris. Saat duduk di teras kafe, Anda melihat berbagai macam orang berlalu-lalang. Kisah, karakter, dan pakaian mereka tak pernah sama. Keberagaman inilah yang sangat mendasar bagi saya. Inilah Ami Paris, cerminan dari elegansi yang nyata dan dapat dijalani, hadir dari realitas sehari-hari,” ungkap Alexandre Mattiussi.
Itu terlihat dari garis klasik mereka yang diperindah dengan volume yang alami. Deretan kemeja yang nyaman, oversized coat, celana berpotongan lebar, serta celana bersiluet balon yang santai menghadirkan sikap Parisian yang kuat dan jelas.
Pada koleksi laki-laki, terlihat permainan kontras yang memadukan garis panjang dan lebar dengan potongan yang lebih pendek dan clean. Sementara koleksi perempuan mengadopsi pendekatan yang lebih struktural: volume difokuskan di area pinggul tanpa terlihat berlebihan, sehingga siluet tetap mengalir dan nyaman dikenakan. Pilihan outerwear tetap bersifat timeless, dengan penekanan pada kualitas dan daya tahan, sehingga ketika deretan busana ini masih ada di lemari 5-10 tahun lagi, rasanya masih tetap relevan.




Warna Ami Paris yang biasanya bernuansa netral, kali ini diperkaya oleh aksen bold seperti biru langit, hijau, saffron, biru royal, serta berbagai intensitas merah. Ragam materialnya menambah depth pada koleksi ini, seperti kemewahan kulit yang berpadu dengan rajutan bertekstur. Motif yang tampil juga memberikan karakter, mulai dari kotak-kotak, garis, chevron, houndstooth, dan argyle. Semuanya adalah pattern klasik yang mudah dipadu-padan tapi juga memberikan ritme visual yang elegan.




Bagiku ini adalah persembahan untuk para pencinta gaya santai dan effortless yang tetap ingin memiliki dimensi dalam tampilan mereka. Bukan sekadar berkutat pada hitam, putih, abu, dan potongan basic, melainkan berani. Aku suka pada kombinasi beige dan camel dengan merah yang berani, atau dengan fakta bahwa dalam koleksi ini ada keragaman seperti siluet peplum dan pencil skirt yang feminin hingga luaran animal print yang memberi statement. Aku juga suka dengan styling mereka yang eksploratif, tapi tetap membahagiakan para outfit repeater dengan produk-produk yang bisa langgeng di dalam lemari.








Bagi sang desainer, koleksi Ami Paris Fall/Winter 2026 ini bukanlah sebuah nostalgia ke masa lalu, melainkan penegasan kembali atas nilai-nilai yang selalu ada: mendandani perempuan dan laki-laki dengan ketulusan, rasa hormat, dan kerendahan hati, serta membayangkan bagaimana ketika beragam pakaian ini masuk ke dalam lemari seseorang, ia benar-benar menjadi milik mereka, bagian dari diri mereka.
Images: Courtesy of Ami Paris (Time International)
