Identitas Simone Rocha tidak pernah goyah, bahkan dalam sebuah kolaborasi untuk brand besar yang ikonis sekalipun.
Sekarang coba buka website Simone Rocha. Jika memang kamu suka fashion, maka hanya perlu beberapa detik untuk tahu gaya seperti apa yang dianut oleh fashion designer berdarah Chinese-Irish tersebut. Kita bisa sebut sebagai coquette-slash-peachy-slash-femininity dan masih banyak lagi jika mau di-breakdown. Namun, kali ini saya tidak mau membahas koleksi dari main fashion house-nya, melainkan seberapa berkualitas kolaborasi Simone Rocha dengan brand footwear di luar sana, yang sebenarnya tidak pernah gagal.
Sebagai high fashion designer, Simone Rocha memiliki value yang harus dijaga ketika akan melakukan kolaborasi. Seberapa jauh kolaborasi itu terjadi, tetap tak boleh meninggalkan value miliknya. Beruntung, jika kamu memang senang dengan pieces dari Simone Rocha tapi masih belum berani mengeluarkan uang segitu banyaknya dari website-nya, maka kolaborasi Simone Rocha dengan Crocs adalah solusinya.


Setiap membuka laman Dover Street Market Ginza, nama Simone Rocha selalu ada di daftar brands dalam dua bagian: Simone Rocha dan Simone Rocha x Crocs. Dari sini saja, DSM sudah paham tentang perbedaan produk dari kedua line tersebut. Namun jika digabungkan pun, kamu sendiri langsung tahu kalau tidak ada bedanya. Simone Rocha selalu menunjukkan seberapa murni value yang ia anut, bahkan ketika harus melakukan kolaborasi.
Baca juga: 5 Ciri Khas Brand Anya Hindmarch yang Berhasil Menarik Perhatian

Dalam kolaborasinya dengan Crocs, kita tetap disuguhkan permainan coquette yang didukung aksesoris seperti pearl dan beads yang terlihat cukup grande, namun memang itulah Simone Rocha. Shade pink dan cokelat yang lebih smooth menjadi kanvas dari segala macam magic sprinkle di bagian permukaannya. Belum lagi penggunaan siluet Crush Boot dan Siren Spiked yang sama-sama penuh statement; tidak ada yang saling mendahului karena keduanya punya pesona seimbang.

Kolaborasi Simone Rocha x Crocs memang sudah berlangsung cukup lama, hitungannya pun telah bertahun-tahun. Namun masih terasa lowkey jika dibandingkan Asics x Cecilie Bahnsen yang merupakan long collaborator juga. Simone Rocha sendiri sebagai desainer di luar sana juga masih terdengar obscure kalau dibandingkan nama-nama besar lainnya. Di sinilah value yang sama menariknya dari kolaborasi ini. Siapapun yang memiliki Simone Rocha x Crocs, maka akan menjadi pusat perhatian karena memang masih cukup underground, bahkan di scene fashion “skena” saat ini.
Baca juga: Cartier Panthère: Pilihan Tepat untuk Pesona Kontemporer
Poin yang ingin di-highlight dari tulisan ini tak lebih dari seberapa banyak DNA yang diberikan di dalam suatu kolaborasi. Apalagi jika kita membicarakan high fashion designer yang seharusnya sudah memiliki distinctive identity dari setiap desain mereka. Ketika disuntikkan ke dalam produk dari brand berbeda, sudah seharusnya ada nilai paling murni untuk menunjukkan bahwa inilah kolaborasi dengan desainer tersebut.

Cukup banyak desainer yang gagal perihal kolaborasi, dan hanya sedikit yang berhasil. Simone Rocha x Crocs atau Asics x Cecilie Bahnsen [yang akan kita bahas lain waktu] menjadi dua contoh high fashion designer yang sukses merilis kolaborasi tanpa harus mengorbankan ciri khas mereka.
Sekarang pertanyaannya, apakah kesuksesan keduanya terjadi karena punya karakteristik yang terlihat nyata? Ataukah desainer-desainer lainnya yang memang belum punya identitas yang kuat, sehingga bingung ketika dibawa keluar dari zona nyamannya dalam konteks kolaborasi?
Images: Courtesy of Simone Rocha
