Meskipun visi dan track-record yang terkesan tidak sejalan, kehadiran nama-nama creative director ini bisa menjadi angin segar untuk yang menaunginya.
Belakangan ini, industri mode global diramaikan dengan deretan nama desainer ternama yang diumumkan sebagai creative director baru di beberapa fashion house bergengsi. Meski sekilas tampak seperti rotasi nama, kehadiran sosok-sosok ini cukup membuat para pencinta fashion antusias dengan kemungkinan-kemungkinan segar yang akan dibawa mereka.
Jonathan Anderson for Dior
Pada bulan Maret, Loewe mengumumkan bahwa Jonathan Anderson turun dari jabatannya sebagai creative director yang diembannya dari tahun 2013. Sejak saat itu, memang sudah banyak kabar yang mengatakan bahwa ia akan mengambil langkah ke Dior. Setelah mundurnya desainer Dior menswear dan Maria Grazia Chiuri pada departemen womenswear, pengumuman bergabungnya Jonathan Anderson nggak lagi menjadi kejutan.
Jonathan Anderson ditunjuk sebagai Sole Creative Director oleh Delphine Arnault, CEO dari Christian Dior Couture. Ia akan mengemban tanggung jawab besar: memproduksi sepuluh koleksi per tahun, mulai dari haute couture, womenswear, hingga menswear. Sementara itu, label pribadinya, J.W Anderson, biasanya merilis 6 koleksi per tahun dengan 4 runway shows, termasuk 2 koleksi untuk menswear dan 2 koleksi untuk womenswear-nya.
JW Anderson Spring/Summer 2025 London Fashion Week
Meskipun begitu, pada akun instagram JW Anderson, mereka merilis pernyataan “WORKING ON NEW BEGINNINGS, JULY 2025” yang membangun spekulasi publik bahwa rumah mode ini akan berevolusi menjadi lifestyle brand dengan koleksi ready-to-wear yang meliputi everyday essentials seperti polo shirts, denim works, dan aksesori.
Kehadiran Anderson di Dior sebagai creative director memang sangat dinantikan, terutama untuk departemen womenswear pasca kepergian desainer sebelumnya, Maria Grazia Chiuri. Kreativitas Anderson yang berhasil membawa Loewe ke puncak kesuksesannya tentu membuat publik jadi memiliki ekspektasi yang tinggi untuk Dior di masa mendatang. Di sisi lain, kekhawatiran akan creative burnout juga muncul di kalangan para fashion enthusiast dan penggemar Anderson, mengingat desainer ini harus dihadapkan dengan workload yang banyak di Dior dan di label pribadinya, JW Anderson.
Gimana pendapat kamu? Dengan kehadiran Anderson di Dior, apakah rumah mode asal Prancis ini akan kehilangan sisi chic dan lady-like mereka yang khas? Ataukah malah menjadi lebih menarik karena Anderson pintar menggabungkan antara produk timeless dengan sentuhan playful dan high-concept runway?
Matthieu Blazy for Chanel
Matthieu Blazy ditunjuk sebagai artistic director Chanel pada bulan Desember 2024 dan koleksinya dijadwalkan debut pada bulan Oktober 2025 dengan tanggung jawabnya yang meliputi haute couture, ready-to-wear, dan aksesori.
Sebelumnya, Blazy menjabat creative director Bottega Veneta sejak tahun 2021. Jauh sebelum itu, ia mulai dikenal oleh publik sejak desainnya untuk Raf Simons dan Maison Margiela. Pada tahun 2014, Blazy melangkah lebih jauh di Celine, menjadi senior designer di bawah Phoebe Philo sebelum bergabung kembali bersama Raf Simons untuk Calvin Klein pada tahun 2016 sampai 2019.
Karirnya semakin melonjak semenjak ia ditunjuk menjadi tangan kanan Daniel Lee di Bottega Veneta sebagai design director dan akhirnya ditunjuk menjadi creative director Bottega Veneta pada tahun 2021 dan meluncurkan koleksi debutnya di tahun 2022.
Bottega Veneta by Matthieu Blazy Autumn/Winter 2024 collection
Di tangan Matthieu Blazy, Bottega Veneta berhasil menjadi salah satu brand yang diminati di Milan karena fokusnya yang kuat pada craftmanship. Bahkan, Blazy berhasil membawa Bottega menjadi salah satu top-performing brands di bawah naungan Kering Group. Hal ini pun menjadikan track record-nya sangat cocok untuk Chanel yang secara tradisional menghasilkan 10 koleksi setiap tahunnya, termasuk dua ready-to-wear, dua couture, dua pre-collection, satu cruise, satu Métiers d’Art, ditambah Coco Beach dan Coco Neige.
Menurut saya, hadirnya Blazy bisa jadi angin segar untuk Chanel yang sempat mengalami penurunan diversifitas dalam koleksi ready-to-wear-nya. Koleksi tweed Chanel butuh sentuhan baru yang dapat membuat label tersebut lebih edgy, modern, dan out of the box.
Pierpaolo Piccioli for Balenciaga
Menggantikan kepemimpinan Demna Gvasalia, Pierpaolo Piccioli, yang sudah bergabung di rumah mode Valentino selama 25 tahun, akan mulai efektif menjadi creative director Balenciaga pada bulan Juli 2025. Menurut rilis resminya, koleksi debutnya untuk Balenciaga akan dihadirkan saat Paris Fashion Week 2026.
Di awal kariernya, Piccioli bekerja sama dengan Maria Grazia Chiuri di Fendi, sampai akhirnya pada 1999 ditunjuk oleh Valentino untuk menangani line aksesori. Pada 2008, Piccioli dan Chiuri diangkat menjadi creative directors Valentino. Setelah Chiuri pindah ke Dior, Piccioli merilis koleksi solonya untuk Valentino pada Oktober 2016.
Piccioli dikenal sebagai desainer dengan pendekatan couture yang kuat, kontras dengan estetika streetwear khas Demna di Balenciaga. Visi Piccioli lebih condong ke arah utopian fashion, berbeda dengan nuansa dystopian yang melekat pada Balenciaga di tangan Demna. Hal ini memunculkan banyak opini bahwa Balenciaga akan mengalami perubahan desain secara drastis di bawah kepemimpinan Piccioli.
Valentino Haute Couture Fall/Winter 2023/2024
Tapi, kalau melihat kembali sejarah Balenciaga dalam industri fashion, label ini berakar kuat pada koleksi haute couture yang dirancang oleh pendirinya, Cristóbal Balenciaga, sebelum akhirnya diteruskan oleh para suksesornya. Kehadiran Pierpaolo Piccioli, yang dikenal sebagai maestro dalam dunia couture, sangat berpotensi mengembalikan identitas artistik Balenciaga yang sempat memudar, dan bisa membuat Balenciaga kembali sebagai label yang kaya nilai seni.
Balenciaga Couture by Cristóbal Balenciaga in 50’s and 60’s
Sehubungan dengan peran barunya, Piccioli mengatakan, “We are in a new moment of fashion. Before, there were founders. Then there was the phase of the creative directors. This is the third phase. The human phase.”
Dengan statement tersebut, menurut kamu, what kind of collection Balenciaga will birth with Pierpaolo Piccioli at the helm?
Images: Courtesy of Dior, JW Anderson, Chanel Bottega Veneta, Balenciaga, Valentino.















