Taman Kanan-kanak / Sekolah Dasar Talimbayat
Taman Kanan-kanak / Sekolah Dasar Talimbayat

Oemah Etnik Hadirkan “The Inner Flame”, Koleksi Lunar 2026
Share your love
Bukan sekadar koleksi Chinese New Year, The Inner Flame dari Oemah Etnik terinspirasi dari nyala dalam jiwa yang menghangatkan, memberi transformasi.
Tidak semua kekuatan perlu bersuara lantang. Ada yang tumbuh pelan-pelan, tersembunyi di balik permukaan, tidak selalu terlihat, tidak selalu dihitung, tapi terus menguat. Kadang, ada bagian dari diri kita yang tidak mengejar perhatian. Kita memiliki daya tahan yang kita simpan, api yang selalu kita jaga sendiri dalam diri. Biasanya, dari sanalah proses yang lebih bermakna dimulai.

Tidak semua orang menyadari bahwa dirinya punya versi yang seperti ini. Maka, melalui koleksi Lunar 2026 ini, Oemah Etnik mengajak setiap orang untuk masuk ke dalam fase tersebut: menghargai proses, menikmati setiap langkah, dan membiarkan kekuatan dari dalam bisa bergerak indah, sesuai waktunya.
Baca juga: Kisah Oemah Etnik Menampilkan Budaya dengan Sentuhan Modern
Tahun 2026 adalah tahun kuda api. Jika banyak label fashion lain merilis koleksi Chinese New Year yang terinspirasi dari kuda dan kekuatannya, koleksi Oemah Etnik ini justru mengambil api sebagai fokusnya. Terinspirasi dari api yang menghidupkan, menghangatkan, dan membawa perubahan. Dari nyala di dalam jiwa yang membangun rasa percaya diri, keberanian, dan energi untuk terus maju.
Jadi, bisa disebut kalau ini tentang evolusi diri dan keputusan untuk tetap melangkah di berbagai kondisi. Harapannya, Lunar 2026 bisa merayakan perubahan positif yang hadir lewat kesabaran, kepercayaan, dan gerak yang konsisten. Setiap desain di Oemah Etnik Lunar 2026 ini diciptakan untuk melambangkan kepercayaan diri yang tumbuh perlahan, semangat yang memancar tanpa dipaksa, dan kekuatan yang tidak perlu pengakuan.






Jika kamu mengenal Oemah Etnik banyak mengeksplorasi tenun, harus diingat juga kalau mereka juga kerap menggunakan batik dalam karyanya. Kali ini, Batik Lukis dan Cap dari Pekalongan yang dipilih karena geraknya yang bebas dan intuitif, mirip seperti api yang terus bergerak. Sapuan kuas mengalir alami, sementara bentuk capnya memberi struktur, menciptakan keseimbangan yang natural antara spontan dan terkontrol. Motif-motifnya terinspirasi dari siluet api, mulai dari kilau kecil, percikan, sampai gelombang yang terus berkembang.
Baca juga: Oemah Etnik Hadir di Bali, Awal Langkah Wastra Indonesia yang Mendunia
Beberapa look juga menggunakan kain jacquard yang lebih bertekstur, terinspirasi dari seni api Tiongkok, dengan detail yang ditenun agar terlihat lebih dinamis. Ternyata, batik dan jacquard bisa saling melengkapi, menyatukan bentuk dan struktur, menjadikan api sebagai bahasa visual yang menggambarkan presence, power, dan inner abundance. Warna merah dan gold bukan sekadar tradisi, tapi perpaduan harmonis, gambaran kekuatan yang dimiliki seseorang dan kehangatan yang ingin diciptakannya ketika memulai lagi tahun yang baru.






Bagi Oemah Etnik, Lunar 2026 bukan sekadar koleksi. Ini adalah deretan pakaian yang bisa menjadi sebuah statement bahwa apimu tidak pernah padam, ia selalu ada dan tumbuh semakin kuat seiring waktu berjalan. Oemah Etnik seolah mengajak kamu untuk terhubung kembali kepada dirimu, percaya bahwa setiap orang punya waktunya sendiri.
Images: Courtesy of Oemah Etnik

