Perjalanan Oemah Etnik atau akrab disebut OE, selalu berangkat dari satu niat sederhana: merawat wastra Nusantara agar tetap hidup, relevan, dan dikenakan lintas generasi. Melalui desain yang timeless dan penuh makna, Oemah Etnik kini melangkah ke babak baru dengan membuka tokonya di Bali, sebuah titik temu antara budaya lokal dan pelanggan internasional, sekaligus gerbang untuk memperkenalkan wastra Indonesia ke pasar global.
Setelah tiga tahun pencarian yang penuh pertimbangan dan kesabaran, Oemah Etnik akhirnya menemukan rumah barunya di Petitenget. Dipilihnya Bali bukan tanpa alasan. Pulau ini menjadi ruang pertemuan yang alami antara tradisi dan dunia, tempat kisah lokal bertemu dengan mata-mata dari berbagai penjuru. Di sinilah Oemah Etnik ingin berdiri, membawa wastra Indonesia melangkah lebih jauh, dikenakan dan diapresiasi oleh dunia.

Memasuki toko Oemah Etnik di Petitenget, suasana hangat langsung terasa. Setiap sudut dirancang untuk menyambut kamu kembali ke rumah. Setiap koleksi batik dan tenun yang penuh cerita menunggu untuk disentuh dan di-styling.

Pembukaan toko ini turut dirayakan dengan kehadiran Koleksi Summer 2025, yang menghadirkan palet warna cerah dan siluet ringan. Menggunakan material woven cotton yang breathable, koleksi ini dirancang untuk menemani hari-hari di bawah matahari Bali. Nyaman dikenakan, mudah bergerak, dan tetap berkarakter.
Seperti yang selalu menjadi ciri khas Oemah Etnik , setiap pola memiliki makna. Koleksi Summer 2025 terinspirasi dari cahaya matahari, simbol kehangatan dan harapan. Koleksi Summer dari Oemah Etnik hadir dengan pesan sederhana namun penuh arti: “bringing a ray of sunshine wherever you go.” Sebuah bentuk manifestasi untuk setiap penggunanya bisa membawa sedikit kehangatan dan cerahnya cahaya matahari. Seluruh motif diwujudkan melalui teknik batik cap dari Pekalongan, sebagai bentuk penghormatan pada keahlian tradisional yang terus dijaga.
Selain koleksi yang lebih kasual, Oemah Etnik juga memperkenalkan Siklus 3.0, hasil kolaborasi terbarunya bersama Wilsen Willim. Koleksi ini menjadi refleksi tentang siklus kehidupan yang terus berputar.
Pada Siklus 3.0, batik hadir dalam interpretasi yang lebih ringan dan dekat dengan keseharian. Motif garis yang sederhana berpadu dengan pinwheel khas Wilsen Willim, menciptakan tampilan yang segar dan modern. Meski terasa lebih formal, koleksi ini tetap fleksibel untuk dikenakan sehari-hari.

Toko Oemah Etnik di Bali mungkin hadir dalam ruang yang intim, namun menyimpan banyak cerita dan memori. Ia menjadi penanda perjalanan satu dekade Oemah Etnik , sebuah langkah penuh makna dalam membawa wastra Indonesia keluar dari rumahnya, menuju dunia yang lebih luas, tanpa kehilangan akar yang membentuknya.

Bagi kamu yang ingin merasakan kehangatan dan mengenakan wastra Nusantara yang penuh makna, kamu bisa mengunjungi Flagship Store Oemah Etnik di Jl. Petitenget No. 100X, Bali.
Images: Courtesy of Oemah Etnik.

