Kolaborasi UNIQLO x Needles sukses mencuri perhatian berkat desain ikonik dan harga terjangkau, membuat koleksi ini langsung diserbu hingga nyaris sold out di seluruh dunia.
Beberapa waktu terakhir di media sosial, mungkin kamu termasuk yang terpapar postingan soal perilisan kolaborasi terbaru UNIQLO bareng Japan-based brand Needles. Kolaborasi ini telah dirilis pada akhir Oktober secara serentak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun yang membedakan dari koleksi UNIQLO bareng label lainnya adalah betapa cepatnya barisan artikel ini habis diserbu, khususnya oleh para reseller. Kenapa hype kolaborasi ini bisa terjadi?

UNIQLO memang sudah tidak asing dengan kehadiran reseller yang membuat artikel collab mereka langsung habis saat hari perilisan. Salah satu yang paling fenomenal saat bersama KAWS karena harga t-shirt-nya langsung dijual hingga 2-3 kali lipat. Setelah itu, semua lebih terasa biasa saja. Belum ada lagi komentar-komentar protes dari netizen soal betapa sulitnya mendapatkan koleksi collab UNIQLO, hingga akhirnya Needles hadir.
Needles bukanlah label dengan strata tinggi di Jepang. Hitungannya termasuk underrated dengan harga yang masih sangat masuk akal. Produk-produk mereka, seperti celana dan jaket masih bisa didapatkan dengan harga di bawah 30.000 Yen. Ciri khasnya dari logo kupu-kupu yang placement-nya selalu sama di setiap artikel. Kemudian, mereka juga tak pernah bisa lepas dari kesuksesan desain track jacket & pants dengan beragam kombinasi warna untuk call it a day.
Formula yang sama akhirnya digunakan juga saat UNIQLO mengajak Needles untuk merilis produk bersama. Logo kupu-kupu itu masih ada, cardigan dan celana yang terhitung trackpants pun juga ada, begitu juga dengan simplicity design lewat stripe untuk membuatnya lebih subtle. Namun karena Needles adalah brand yang cukup indie di luar sana, maka wajar saja banyak yang mengincarnya.
Harga artikel collab ini sudah jelas di bawah 1 juta Rupiah, jauh dari produk Needles biasanya. Tapi dengan harga jauh lebih murah, ciri khas desain label ini sudah bisa kamu dapatkan untuk dibanggakan saat aktivitas sehari-hari. Lebih mudah, lebih murah, namun sama kerennya. Jadi pada akhirnya, wajar saja kolaborasi UNIQLO x Needles bisa lebih hype dibandingkan JW Anderson atau pun yang lainnya.


Apalagi kalau kita melihat kultur reseller, mereka lebih mengincar barang yang lekat dengan youth culture dan streetwear. Needles sudah jelas tak masuk ke dalam skena streetwear, tapi masih ada DNA youth culture yang membuatnya layak untuk dijual kembali dengan harga beberapa kali lipat.
Baca juga: Eternal Elegance oleh Othman di Jakarta Fashion Week 2026
Saat artikel ini ditulis, hanya sisa satu artikel saja yang tersedia di website yaitu fleece jacket yang cukup wajar kenapa masih belum sold out. Terhitung panas untuk digunakan di iklim tropis Indonesia walaupun hujan terus mengintai setiap sore hari. Sisanya? Sudah habis dan masih menunggu apakah akan ada restock atau tidak.



Namun kembali lagi, ketika kolaborasi ini diumumkan, sebenarnya tidak ada indikator bahwa akan seramai sekarang. Apalagi seperti yang kita tahu, semua material yang digunakan menggunakan fleece, suatu fabric yang terasa janggal untuk diincar sampai segitunya. Bahkan saat UNIQLO x Engineered Garments yang menggunakan fleece serta masih satu ‘payung’ dengan Needles pun tak seramai sekarang.
Tapi itulah yang namanya tren. Tidak ada yang bisa memprediksi, kecuali aktivitas pergerakan para reseller yang membuat collab ini bakal terus dicari. Jadi, apakah kamu sudah memiliki collab ini atau masih menunggu restock? Atau malah tak tertarik sama sekali karena lebih memilih membeli produk Needles yang sesungguhnya? Pick your poison, guys.
Images: Courtesy of UNIQLO
