Manifesto: Koleksi Debut Piccioli untuk Balenciaga

Menggabungkan sejarah dan visinya yang khas, Pier Paolo Piccioli menghadirkan koleksi debutnya untuk Balenciaga yang memukau siapa pun yang melihatnya.

Kehadiran Pier Paolo Piccioli di Balenciaga membawa angin segar bagi para pencinta fashion. Rumah mode yang selama ini identik dengan streetwear bergaya oversized dan dominasi palet warna gelap, kini tampil dengan sentuhan lebih berwarna dan siluet feminin yang mengingatkan pada warisan Cristóbal Balenciaga, sang pendiri.

Dalam peragaan perdananya yang digelar di Rue de Sèvres, Paris, Piccioli mempersembahkan koleksi debut yang berhasil menggeser persepsi audiens terhadap Balenciaga. Setelah satu dekade berada di bawah arahan Demna, Balenciaga kini muncul dengan nuansa baru yang lebih lembut, sarat akan feminitas dan cita rasa couture khas Piccioli.

Menekankan warisan couturier-nya, Piccioli menghidupkan kembali gaun ikonis Sack Dress karya Cristóbal Balenciaga. Pertama kali diperkenalkan pada 1957, versi terbaru dari gaun ini tampil dalam siluet yang lebih modern dan relevan, namun tetap setia pada esensi desain aslinya.

Jika di era Demna Balenciaga lekat dengan permainan siluet oversized yang ekstrem, maka Piccioli justru menawarkan pendekatan berbeda: siluet yang lebih lembut dan mengalir, rok panjang dengan volume dramatis, serta eksplorasi tekstur yang unik. Hal tersebut menjadi sesuatu yang cukup asing namun menyegarkan bagi identitas rumah mode ini.

Berbicara soal tekstur, aspek yang satu ini layak mendapat sorotan khusus. Eksplorasi Piccioli terhadap tekstur dalam koleksi debutnya bersama Balenciaga terasa sangat berbeda dari identitas Balenciaga yang selama ini dikenal, namun justru sangat mencerminkan karakter khas Piccioli sendiri. Rumbai, bulu-bulu halus, hingga ruched floral appliques dihadirkan sebagai detail yang lekat dengan estetika yang ia kembangkan selama di Valentino, dan kini ia terapkan pada rumah mode yang tengah ia pimpin.

Meski membawa visi baru, Piccioli tidak sepenuhnya menanggalkan DNA Balenciaga. Ia tetap menyisipkan elemen leatherwork dalam beberapa artikel busana yang ia tampilkan, mulai dari jaket dengan siluet boxy, gaun midi, crop top, hingga off-shoulder cape yang menjuntai dramatis. Semuanya hadir dengan potongan khas Balenciaga, namun disajikan secara bersih dan minimalis, tanpa sentuhan embellishment berlebihan.

Baca juga: Koleksi Debut Louise Trotter untuk Bottega Veneta

Jika sebelumnya Balenciaga hadir dengan warna-warna gelap yang mengedepankan kesan ‘punk‘, Piccioli memberikan warna baru pada rumah mode ini dengan sentuhan deep violet, neon lime green, merah, dan ungu lilac yang lembut. Namun begitu, nuansa hitam tetap mendominasi koleksi yang diberi judul “Manifesto” ini, seakan menjadi benang merah yang menjembatani antara masa lalu dan arah baru yang dibawa Piccioli.

Tidak sama sekali mengabaikan sejarahnya yang kaya, Piccioli justru memberikan penghormatan kepada pendirinya yang visioner serta para penerusnya seperti Demna dan Nicolas Ghesquière. Namun, ia tetap menyisipkan kecintaannya dan keahliannya pada detail ornamen dan warna-warna yang pekat.

Images: Courtesy of Balenciaga

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *