Tampilan para atlet yang mengenakan pakaian putih polos dari ujung kepala sampai kaki membuat Wimbledon menjadi olahraga yang identik dengan timeless luxury.
Musim panas telah tiba, dan bersamanya hadir kembali salah satu agenda tahunan yang nggak pernah gagal mencuri perhatian, Wimbledon. Turnamen ini sudah mulai di 30 Juni 2025 sampai dua pekan ke depan. Lebih dari sekadar turnamen tenis, Wimbledon digelar pertama kali pada tahun 1877 di All England Club ini, merupakan salah satu ajang olahraga paling ikonis di dunia. Wimbledon kini menjadi ritual musim panas di mana olahraga, tradisi, dan lifestyle bertemu.

Namun bukan hanya performa para atlet di lapangan yang mencuri perhatian para penikmatnya. Aturan berpakaian para atlet yang bermain di lapangan juga menjadi sorotan penting dalam acara ini. Setiap atlet yang bermain di kompetisi ini, harus mengenakan pakaian serba putih. Aturan ini menjadi suatu hal yang khas dari Wimbledon, sehingga menjadikannya salah satu sumber inspirasi gaya paling ikonik di musim panas.
Putih yang dipakai bukan putih keabuan atau putih krem melainkan hanya putih seperti color code #FFFFF. Mungkin kamu bertanya-tanya, “Kenapa harus warna putih?“

Aturan berpakaian serba putih di Wimbledon bermula dari pandangan sosial di akhir abad ke-19 yang menganggap warna putih lebih sopan untuk olahraga karena bisa menyamarkan keringat dan memberi kesan rapi di tengah suasana olahraga yang saat itu masih sangat formal.

Sejak itu, tradisi ini terus dijaga dengan serius dari headband, sol sepatu, hingga ke detail sekecil garis jahitan atau logo brand di pakaian pemain. Bahkan, undergarment untuk pemain pun juga diharuskan berwarna putih.
Baca juga: 4 Hal yang Tidak Pernah Carolyn Bessette-Kennedy Lakukan dalam Berpakaian



Tapi dress code ini hanya berlaku pada atlet-atlet tenisnya saja, ya. Kalau untuk penontonnya tidak ada aturan berpakaian yang ketat, penonton hanya direkomendasikan untuk berpakaian rapi saat menghadiri lapangan utama.


Menurutku, adanya aturan dress code tersebut membuat olahraga ini menjadi lebih elegan. Tampilan para atlet yang mengenakan pakaian putih polos dari ujung kepala sampai kaki membuat olahraga ini menjadi olahraga yang identik dengan quiet luxury, minimalist, dan timeless. Hal inilah yang membuat olahraga tenis dinilai sangat mewah hingga sekarang. Meski diberi hanya 1 warna saja tampilan para atlet ini di lapangan tampak sangat fashionable, classic, dan chic.
Baca juga: Fresh, Crisp, Timeless: Mastering the White Shirt
Wimbledon White adalah contoh bagaimana sebuah aturan bisa menjadi dasar estetika yang konsisten, terasa timeless namun tetap modern. Alih-alih sekadar tempat berkompetisi, aturan serba putih ini juga menjadi ajang menampilkan selera mode masing-masing.
Images: Courtesy of AP, Courtesy of Getty Images
