Ketika luxury brand bertemu dengan interactive exhibition yang inklusif untuk publik.
Baru saja semalam aku tahu bahwa Hermès menggelar event yang judulnya Mystery at the Grooms’. Event ini sedang berlangsung di Pier 36, New York, dan langsung bikin aku mikir, “Oke, ini sih bukan sekadar pop-up biasa.” Tapi dari yang aku lihat dan baca, ini bukan cuma ajang pamer produk, tapi pengalaman yang immersive dan playful.


Hermès Mystery at the Grooms’ di New York
Basically, event ini gabungan antara escape room, petualangan interaktif, dan showcase seni kerajinan khas Hermès. Setting-nya dibuat seperti sebuah rumah ala pedesaan Prancis bernama The Groom’s House, tempat di mana para penjaga kuda Hermès tinggal. Ceritanya, kuda-kuda itu menghilang secara misterius dan para pengunjung diajak menjadi detektif dadakan untuk menyelesaikan misteri ini.

Tiap ruangan memiliki teka-tekinya sendiri. Tugas pengunjung adalah menemukan lima kuda tersembunyi, yang empat di antaranya diselipkan di dekorasi dan satu lagi bisa ditemukan setelah memecahkan puzzle. Contohnya di laundry room, scarf Hermès dipajang dalam mesin cuci kaca dan dasi-dasi sutra yang berserakan. Di dormitory, ada kuda yang disulam di sprei dan satunya lagi tersembunyi di balik lukisan. Bahkan ada peti kayu di pantry yang bisa mengeluarkan kuda kalau pengunjung menimbang buah dengan berat yang tepat.



Yang menarik, pengunjung dikasih petunjuk lewat handphone masing-masing. Semuanya dikemas sebagai pengalaman yang interaktif dengan batas waktu, jadi ada rasa tegang dan seru seperti main game sungguhan. Meski nggak semua orang berhasil nemuin semua kudanya, prosesnya itu yang bikin seru dan memorable.
Dari sisi brand, Hermès tetap menampilkan produk-produknya, mulai dari tas, scarf, sampai parfum, tapi semuanya terasa natural dan menyatu dengan cerita. Tapi alih-alih bikin pameran yang kaku dan eksklusif, mereka justru memilih jalur yang fun dan inklusif. Rasanya sangat fresh untuk sebuah brand luxury, yang biasanya dikenal eksklusif dan agak formal untuk menunjukkan sisi yang playful tapi tetap elegan.


Event ini gratis dan terbuka buat umum. Walaupun slot pemesanan online udah habis, mereka masih nerima walk-in di jam-jam tertentu. Dan katanya, setelah New York, event ini bakal mampir ke Tokyo, Singapura, dan Paris juga.
Kalau boleh jujur, menurutku ini salah satu contoh terbaik gimana sebuah brand besar bisa bikin storytelling yang engaging dan berbeda. Hermès nggak cuma menampilkan produknya yang mahal, tapi mengajak kita untuk masuk ke dunia mereka melalui cara yang menyenangkan. Event ini jadi bukti bahwa kemewahan juga bisa main-main dan nggak harus selalu serius.
Meskipun aku cuma baca dari jauh, event ini sukses bikin aku ikut ngerasa excited. Jadi pengen liat versi selanjutnya pas nanti dibawa ke Tokyo, Paris, atau mungkin (semoga) suatu hari ke Jakarta?
Images: Courtesy of Sui Sicong



whoaa cantiiikk banget ya. pasti seru kalo ada di Jakarta juga!