Taman Kanan-kanak / Sekolah Dasar Talimbayat
Taman Kanan-kanak / Sekolah Dasar Talimbayat
14 Tas Polène Paling Populer yang Bikin OOTD Kamu Makin Stylish
Share your love
Bingung pilih tas Polène yang mana? Intip 14 variannya di bawah ini dan tentukan yang paling sesuai dengan signature style dan kebutuhanmu!
Awal aku “keracunan” hype Polène adalah di akhir tahun 2022. Pada saat itu, “demam” Polène sudah berlangsung beberapa tahun di kalangan pecinta tas, seiring dengan naiknya tren affordable luxury dan gaya “quiet luxury”. Dengan harga mulai lima jutaan aja, kamu sudah dapat tas kulit asli handmade dari Spanyol layaknya luxury brand seperti Loewe.

The hype was indeed, for me, pretty real. Bahkan beberapa model tas favorit dari Polène seperti Numero Neuf, Numero Dix dan Cyme Mini, menurutku sukses mematahkan anggapan “There’s nothing new in fashion”
Tanpa direncanakan, beli tas Polène jadi sebuah hobi, dan aku selalu share review tas-tas Polene aku. Plot twist: aku sampai buka jastip Polène dari Paris, karena banyaknya yang menanyakan rekomendasi tempat jastip Polène yang no tipu-tipu. Yes, pada saat itu, oknum-oknum penipu yang memanfaatkan viralnya Polène sudah mulai banyak.
Berbekal tiga tahun pengalaman memakai dan menjadi “sis jastip” tas Polène, aku mau berbagi review singkat dan padat 14 tas Polène. Simak, yuk!
- Polène Numero Un Nano Micro

Aku recommend tas ini bagi pecinta micro bag (dan nggak masalah walau nggak muat HP) atau yang sedang cari tas untuk konser! Un Nano Micro bisa muat kartu-kartu, kunci mobil, lipstick, contacts, dan benda-benda kecil lain seperti ikat rambut dan pin hijab. And you know what? It can also be a fully functional bag charm!
- Polène Numero Un Nano

Tas ini sempat sangat populer sebagai salah satu OG designs Polène, apalagi dengan muatannya yang cukup banyak walau ukurannya terbilang kecil. It can surprisingly fit a small tumbler along with essentials like phone, makeup, even glasses and a small perfume bottle.
Salah satu yang aku kurang suka dari Polène Un Nano (dan ukuran lain dari seri Un) adalah desain bagian bukaan depannya. It seems oddly plain, like there’s supposed to be a hardware that has gone missing.
- Polène Numero Un

Bagi yang sedang cari handbag dengan kapasitas yang OK, lengkap dengan top handle dan adjustable + removable long strap, this is it. Kekurangannya, bobot tas ini lumayan berat walau dalam keadaan kosong.
- Polène Numero Neuf Mini

Ini salah satu model tas Polène yang paling populer, dan juga salah satu koleksi awal Polène aku. Desainnya memang unik, feminine, sculptural. We always say there’s nothing new in fashion, but Polène Neuf is genuinely fresh. Plus, pebbled leather di model Neuf entah kenapa terasa sangat yummy dan supple.
Sayangnya, masalah utama Polène Neuf Mini yang sering dikeluhkan banyak orang (termasuk aku) adalah bukaannya yang kecil. Agar barang bisa keluar-masuk dengan nyaman, tas ini nggak boleh diisi terlalu banyak. Masalah lainnya adalah sudut-sudut dasar tas yang cukup cepat menunjukkan tanda-tanda pemakaian (wear and tear).
- Polène Numero Neuf

Yeah, I’m not a big fan of the regular size Neuf. Modelnya agak polarizing; sculptural but slouchy at the same time. Banyak banget aku lihat beragam bentuk Neuf yang aneh di media sosial: kempes karena nggak disumpal atau isinya cuma sedikit, sampai terlihat bulky seperti bawa-bawa bantal saat dipakai dengan long strap-nya (yang terlalu tipis dan nggak seimbang dengan ukuran tas yang besar). But, it is spacious, unique, and somehow looks really pretty in the Chalk or Camel colorway.
- Polène Numero Dix

Dix adalah salah satu tas Polene favorit aku karena sangat ringan, detailnya yang unik, dan modelnya yang keren tapi masih terbilang minimalis dan timeless alias tidak kelewat trendy. At the end of the day, it’s a saddle-style shoulder bag.
Kalau kamu naksir Dix, saranku beli yang grained leather saja ya, karena varian smooth leather-nya terkenal rentan mengelupas di bagian ‘engsel’ tas (bagian di mana tas dan strap bertemu).
- Polène Beri

Awalnya aku nggak tertarik sama sekali dengan Beri, karena bentuknya kelewat unik, dan ukurannya tampak kekecilan untuk kebutuhan aku. It ends up being one of my favorites now. Tasnya ringan, surprisingly quite spacious (bisa muat mukena traveling atau botol minum kecil!), model strapnya nyaman dan gampang disesuaikan. And I had to correct myself: Polene Beri is not overly trendy. It’s a statement piece instead.
- Polène Cyme Mini

Finally, not another square tote bag. Salah satu best seller Polene ini memang beda dari tipikal tote bag di pasaran, yang biasanya hanya berbentuk kotak vertikal atau horisontal. The game changer is the double strap, and the many ways and shapes you can wear it.
Sebagai cewek berbadan petite, Cyme Mini adalah salah satu tote bag yang paling flattering di badan aku. I even get compliments all the time for my ‘boat bag’. Walau nggak bisa muat laptop, dia bisa memuat iPad, dan kapasitasnya cukup banyak. It’s actually my current work bag!
- Polène Cyme

Cyme jadi pilihan banyak orang untuk jadi tas kerja yang bisa muat laptop, tapi aku pribadi tidak recommend, yah. Alasannya? Dasar tas yang sangat kecil. Walau laptop ukuran 15 inci pun muat di dalam Cyme, tapi posisinya tidak ideal. Sudut-sudut laptop akan menekan sisi-sisi tas yang diagonal. Dalam jangka panjang, bisa membuat tear. But other than that, just like the mini version, Cyme is a beautifully crafted tote bag.
- Polène Numero Sept Mini

Sept Mini sering didapuk sebagai salah satu tas Polene yang cocok untuk gaya casual maupun jadi evening bag, berkat modelnya yang klasik + chain strap. It does fit my iPhone 12, even my glasses in a velvet pouch.
- Polène Numero Sept

Sebelum model tas Polène lain seperti Un Nano dan Cyme Mini naik daun, Sept sempat menjadi favorit, lho. Sebagai penggemar structured bags (I hate slouchy, shapeless bags), aku suka banget sih Sept, apalagi dipakai dengan gaya-gaya smart casual atau corporate core, baguus banget. Modelnya agak vintage, tampil unik dengan sentuhan wide strap.
- Polène Numero Huit & Huit Mini

This is like the cutest bucket bag ever, apalagi dengan bentuknya yang kayak kue canele. Banyak banget yang beli tas ini untuk keperluan estetik alias foto-foto! Aku recommend tas ini kalau bawaan kamu kebanyakan berbentuk panjang (kacamata, payung lipat, long wallet). Karena kalau tidak, malah akan susah diambil di dasar tas. Huit’s biggest issue: the drawstring is not the smoothest.
- Polène Neiti

Salah satu review tas Polène aku yang paling populer di Tik-Tok adalah ‘what fits in Polene Neiti’. Kecil-kecil, muatannya cukup banyak. This fits into the current baguette bag trend, but at the same time showing Polene’s craftmanship with the weaving design.
- Polène Tonca

Seperti Cyme & Cyme Mini, menurutku ini model tas lain dari Polene yang ‘revolusioner’ dan anti-mainstream. Bentuknya seperti tonca bean, dengan wavy flap yang terasa organik dan super elegan. Tas ini juga super ringan.
Kekurangannya, desain cekung di depan tas dan flap yang tidak rata membuat bentuk interior Tonca cukup unik. Jadi, letak barang-barang di dalam tas harus agak diatur.
Itulah review tas Polène favorit aku. Cukup lengkap, ya? Semoga membantu bagi kamu yang mau memulai atau menambah koleksi Polene, ya!
Image: Courtesy of Polène, Courtesy of The Luxury Reports

Berapa kali beli Polene buat stok jualan aja, masih kurang sreg sama tas yg model terbuka
Agak nyesel jg jual Nodde hobo padahal dapetnya udah susah skrg 🥹
Aku jg mikir gitu sama Cyme Mini dulu, tapi pas dipake ga ada masalah sih~ Punya Un Nano dan Dix yang jarang2 dipake, mau dilepas sayang karena dapet zaman harga masih murah banget 😂